Penderita Tumor Perut di Kolut Butuh Uluran Tangan

398
Penderita Tumor Perut di Kolut Butuh Uluran Tangan
PENDERITA TUMOR PERUT - Amir Muminin (65) hanya bisa terbaring pasrah di tempat tidurnya sambil menahan rasa sakit. Tumor ganas yang bersarang di perutnya membuat dirinya kehilangan berat badan, tubuh kurusnya tidak mampu lagi dia gerakkan, hanya terlihat perutnya membuncit. (Rusman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Amir Muminin (65) hanya bisa terbaring pasrah di tempat tidurnya sambil menahan rasa sakit. Tumor ganas yang bersarang di perutnya membuat dirinya kehilangan berat badan, tubuh kurusnya tidak mampu lagi dia gerakkan, hanya terlihat perutnya membuncit.

Bapak tiga anak itu tinggal di rumah yang cukup sederhana, yang terletak Desa Watuliu Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Keluarganya sudah melakukan berbagai upaya untuk pengobatan namun tidak ada perubahan, tumor di perutnya terus berkembang meski jalur operasi harus dilakukan namun fisiknya tidak mampu lagi.

“Sudah dua tahun itu tumor di perutnya, saya sudah beberapa kali bawa ke rumah sakit Makassar tapi dokter bilang sudah tidak bisa karena sudah parah sekali,” kata Herniati, istri Amir saat ditemui di kediamannya, Rabu (30/1/2019).

Herniati menceritakan, awal mula suaminya hanya merasakan sakit perut biasa namun kerena keseringan akhirnya ia curiga dan membawanya ke rumah sakit sampai divonis ada tumor di bagian perut suaminya. Sambil berobat suaminya tetap beraktivitas dan akhirnya semakin ganas dan penangan medis dianggap terlambat.

“Saya sampai tiga bulan dulu di rumah sakit jalani rawat jalan tapi tidak ada perubahan jadi sepakat bawa pulang saja,” ujar Herniati

Sementara Ridwan (17), anak tertua Amir, mengatakan walaupun sudah bolak-balik masuk ke rumah sakit dan pengobatan terus dilakukan namun dokter sudah tidak mampu lagi.

“Kita pakai kartu BPJS tapi bermasalah waktu itu, katanya tidak berfungsi, jadi disuruh buat ulang, jadi butuh waktu lama baru bisa dipakai tapi bapak sudah tidak bisa dioperasi,” kata Ridwan.

Saat ini Ridwan pasrah melihat orang tuanya kesakitan. Dia hanya bisa berdoa dan berharap orang tuanya bisa sembuh namun kondisi ekonomi yang dialami Ridwan sangat terasa sulit memenuhi keperluan sehari-hari. Dia juga berharap kiranya ada donatur yang bisa membantu untuk mengobati penyakit orang tuanya. (A)

 


Kontributor: Rusman
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib