Penentuan Wawali Kendari, PAN Tegaskan Soal Etika Politik

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari Sukarni
Sukarni

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara mengklaim partainya memiliki kelebihan khusus yakni dari sisi etika politik dalam memenangkan penentuan Wakil Wali Kota (Wawali) Kendari.

“Secara etika politik PAN seharusnya yang jadi Wawali, etika politik sudah seperti itu jalannya, tapi harus kita jalani sesuai regulasi. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) silahkan mengusulkan (selaku partai pengusung),” ujar Wakil Ketua DPW PAN Sultra Sukarni saat ditemui di Kampung Baru, Minggu malam (10/2/2019).

Hal itu bukan tanpa alasan, pasalnya pada Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Kendari 2017 lalu, kader PAN berhasil menjadi Wali Kota yakni Adriadma Dwi Putra (ADP) dan wakilnya Sulkarnain Kadir dari PKS. Namun, karena ADP tersandung kasus hukum, maka Sulkarnain yang dilantik menjadi Wali Kota Kendari pada 22 Januari 2019 lalu.

“Kita juga tidak harapkan dari partai pengusung ada yang acuh tak acuh.

Jika pemerintahan berjalan tanpa Wakil Wali Kota maka bisa berjalan lambat. Namun ketika ada wakil, pemerintahan akan jalan lebih cepat,” kata Sukarni yang juga Legislator PAN di DPRD Kendari.

PAN sendiri, tutur Sukarni, sudah membangun hubungan dan komunikasi dengan mendekati partai pengusung untuk mengajak duduk bersama dengan memberikan tawaran-tawaran politik demi memuluskan kadernya duduk di kursi Wawali.

Di pihak lain, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKB Kendari, Rahman Tawulo yang juga sebagai kandidat dalam bursa pencalonan Wawali Kendari, mengaku tak setuju jika kompetisi mencari pasangan Sulkarnain ditentukan berdasarkan etika politik.

Menurut pengusaha bidang otomotif ini, Kalau bicara etika politik, itu ketika berbicara perusahaan, tapi ini berbicara aturan dalam pemerintahan. “Jadi siapapun pengusung harus memajukan calonnya, walaupun kursinya hanya setengah,” ujarnya, saat dihubungi, Senin (11/2/2019).

Dia pun membandingkan kemampuan antara dirinya yang berlatar belakang pengurus partai selama kurang lebih 20 tahun, dengan Siska Karina (diusulkan PAN) yang belum lama masuk ke partai politik.

“Mau bicara umur juga dia (Siska) masih muda, Siska juga kan nanti sekarang jadi pengurus partai, sementara saya sudah 20 tahun lebih, bicara umur kita ini sudah jadi orang tua,” tambahnya.

Rahman Tawulo sendiri tak mau menonjolkan kengototannya untuk bersaing merebut kursi Wawali Kendari. Namun, kalaupun ia akan kalah, kalah melalui pemilihan di DPRD Kendari.

Sebagai informasi, partai pengusung ADP dan Sulkarnain saat Pilwali, telah mengajukan nama calon wakil wali kota. PAN mengajukan dua nama yakni Siska Karina Imran dan Al Habsi Tombili. Sementara, PKB mengusulkan Anggota DPRD Kendari, La Pedato dan Ketua PKB Sultra Rahman Tawulo. (A)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib