Penghuni Rusunawa Lapulu Keluhkan Tarif Air Kemahalan

0

Paling banyak dikeluhkan warga di Rusunawa tersebut, tarif air yang terlampau kemahalan.”Bayangkan saja tarif air yang dikenakan ke kami Rp.77 ribu setiap pemakaian air 1-10 meter kubik. Hal ini tent

Paling banyak dikeluhkan warga di Rusunawa tersebut, tarif air yang terlampau kemahalan.”Bayangkan saja tarif air yang dikenakan ke kami Rp.77 ribu setiap pemakaian air 1-10 meter kubik. Hal ini tentunya sedikit membebani kami,” ungkap Suwarni, salah seorang penghuni Rusunawa Lapulu, Senin (26/1/2015).
Padahal menurutnya, terkadang mereka memakai air tidak sampai 10 kubik setiap bulannya.”Belum lagi beberapa hari ini air tidak mengalir dengan lancar,” cetusnya.
Anggota komisi III DPRD Kota Kendari La Ode Ashar disela-sela kunjungannya ke Rusunawa Lapulu mengatakan, persoalan tarif air ini perlu ditinjau kembali. Sebab, jika dilihat dari sumber airnya yang berasal dari sumur bor sangatlah tidak rasional jika tarifnnya seperti itu.
“Kalaupun acuannya PDAM, itu tidak bisa dijadikan acuan. Sebab sumur bor dan PDAM berbeda,” tuturnya.
Perbedaannya, menurut legislator asal Partai Golkar ini, PDAM memiliki biaya produksi semenatara sumur bor sama sekali tidak membutuhkan operasional sebesar yang dikeluarkan PDAM.
Ia berjanji akan segera memanggil pengelola Rusunawa Lapulu untuk mempertanyakan hal tersebut. (Rasman)

Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here