Tampilan Desktop

Pengurus Surat Pengganti E-KTP Membludak, Disdukcapil Mubar Terapkan Metode Kolektif
77 Dibaca

ZONASULTRA.COM, LAWORO – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) memberlakukan metode kolektif untuk memberikan kemudahan bagi warga setempat yang akan mengurus surat keterangan pengganti KTP elektronik (E-KTP).

Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil Mubar Imran

Imran

Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil Mubar Imran mengatakan, metode kolektif merupakan salah satu bentuk keprihatinan pemerintah dalam memudahkan pelayanan kepada masyarakat untuk mengurus surat kependudukan. Hal ini sekaligus untuk menindaklanjuti surat Menteri Dalam Negeri Nomor 471.13/11691/dukCapil tanggal 3 November 2016.

“Metode kolektif merupakan tindaklanjut dari surat menteri dalam negeri untuk memberikan sekaligus mengintruksikan kepada para kepala desa atau kelurahan untuk melakukan pendataan kepada masyarakatnya yang tidak memiliki KTP-el yang masuk dalam data base, kemudian kepala desa menyerahkan data tersebut di capil untuk dikeluarkan surat keterangan pengganti KTP-elektronik,” terang Imran ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/11/2016).

Dengan adanya metode kolektif ini, kata Imran, warga tidak perlu lagi datang di capil atau kepala desa tidak lagi melakukan mobilisasi masa untuk mengurus KTP elektronik.

“Kasian juga warga tiap hari datang di sini mengantri sampai sore, mending kita fokuskan di desa nanti desa yang bawa di sini. Dan kalau ada warga yang mau datang mengurus itu juga tidak apa-apa pasti kita layani,” ujarnya.

Menurutnya, metode ini juga salah satu langkah untuk mempercepat proses pengeluaran pengganti KTP-elektronik mengingat kantor capil Mubar masih banyak memiliki kendala baik dalam hal teknis maupun pelayanan.

“Ini sangat bagus karena kemarin kita kewalahan melayani masyarakat, sekarang kita tinggal tunggu data dari desa atau kelurahan untuk di keluarkan surat pengganti KTP-elekteonik,” tuturnya.

Imran mengatakan, meski pihaknga melakukan metode kolektif, namun untuk persyaratan dalam mendapatkan surat penggati KTP elektronik harus lengkap seperti fotokopi KK, KTP, ijazah, surat nikah atau keterangan nikah dari majelis agama bagi yang memeluk agama lain.

Menurut Imran, dari 8.000 orang lebih yang terdaftar dalam database  yang belum memiliki KTP elektronik, pihaknya sudah mengeluarkan surat pengganti KTP elektronik sebanyak 2.000 dan untuk saat saat ini tinggal 6.000 lebih.

Imran juga mengakui membludaknya masyarakat untuk mengurus pengganti KTP elektronik disebabkan adanya aturan dari KPU Mubar bahwa bagi yang tidak memiliki KTP elektronik harus mengurus pengganti KTP elektronik agar mereka dapat memilih pada Pilkada Mubar 2017 mendatang. (A)

 

Reporter: Laode Pialo
Editor: Jumriati

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com