Tampilan Desktop


Pesawat Lion Air Bisa Mendarat di Bandara Haluoleo, Ini Alasannya
154 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Kabut asap yang telah mengepung wilayah kota Kendari sejak empat hari terakhir, mengakibat penerbangan di bandara udara Haluoleo terganggu. Hingga Minggu (25/10/2015) sore ini, baru ada dua penerbangan dari 14 penerbangan yang terjadwal di bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akibat kepungan kabut asap wilayah tersebut.

Kedua penerbangan itu yakni Garuda dari Makassar ke Makassar lagi dan Wigs Air jenis ATR dari Makassar tujuan Wakatobi.  Kepala seksi operasi bandara udara Haluoleo Kendari, Ade Supriyatna mengatakan, untuk pesawat Lion Air belum ada satupun penerbangan. Sehingga, ratusan penumpang Lion Air menginap di bandara Haluoleo.  (Baca Juga : Tak Bisa Landing, Ratusan Penumpang Lion Air Terlantar di Bandara)

“Iya memang untuk pesawat Lion Air belum ada yang take off maupun landing, itu mengacu ke standar prosedur pendaratan hingga 4 kilometer. Tapi kalau untuk Garuda bisa melakukan pendaratan pada hanya jarak pandang  2 kilometer sesuai standarnya, itu yang membedakan,” jelas Ade, dihubungi Minggu (25/10/2015).     

Untuk jarak pandang di areal bandara Haluoleo saat ini, kata Ade, sudah mencapai 3 kilometer. Akibat kabut asap, pihaknya beroperasi hingga tengah malam. (Baca Juga : Bandara Haluoleo Kendari Belum Aman Untuk Penerbangan)

“Jadi sejak kabut asap, kami beroperasi sampai pukul 22.00 hingga pukul 01.00 dari jadwal biasanya yakni pukul 20.00 wita,” ujarnya.

Iradaf, salah satu penumpang Lion Air tujuan Denpasar bertahan di bandara Haluoleo Kendari. Menurutnya, belum ada kepastian jadwal keberangkatan pesawat yang tumpanginya.

“Tadi memang ada opsi dari pihak Lion Air, naik pesawat garuda dengan biaya sendiri dan nanti akan diganti atau tetap menunggu kedatangan pesawat Lion. Saya dengan dua orang teman tetap menunggu, kami juga diberikan pelayanan makan siang oleh staf Lion Air di bandara,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara lumpuh akibat serangan kabut asap. Ratusan penumpang telantar, karena tidak ada satu pun penerbangan di bandara tersebut.

Kabut asap telah menyelimuti wilayah Sultra sejak Kamis (22/10/2015).  Kantor BMKG Kendari menyatakan, kabut asap itu merupakan kiriman dari wilayah Papua bagian selatan dan menyebarkan hingga ke Sultra akibat tiupan angin dari arah timur.

 

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com