iklan zonasultra

PLN Pastikan Kerusakan PLTD di Kolut Segera Pulih

Manager Bagian Pembangkitan PT PLN UP3 Kendari Sigit Pamungkas
Sigit Pamungkas

ZONASULTRA.COM, KENDARI – PT PLN (Persero) memastikan perbaikan kerusakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kolaka Utara (Kolut) di Desa Lanipa-nipa, Lasusua segera selesai, sehingga jadwal pemadaman bergilir berakhir.

Manager Bagian Pembangkitan PT PLN UP3 Kendari Sigit Pamungkas mengatakan, saat ini tim teknisi dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah diturunkan menuju ke Kolut untuk melakukan pengerjaan mesin yang rusak. Untuk memulihkan kondisi tersebut dibutuhkan waktu sekitar dua minggu ke depan.

“Jadi pemadaman listrik secara bergilir masih berlanjut, kita padamkan dari pukul 05.00 sore hingga pukul 11.00 malam,” kata Sigit saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/2/2019).

Dijelaskan Sigit, sudah terjadi dua kali kerusakan pada mesin pembangkit. Kerusakan pertama terjadi pada mesin dua sekitar awal bulan ini dan telah dilakukan perbaikan dan pemeliharaan. Namun beberapa waktu lalu terjadi lagi kerusakan pada mesin tiga yang mengharuskan segera dilakukan perbaikan.

(Baca Juga : Warga Desa Lamparinga Konut Kini Nikmati Listrik Langsung dari PLN)

Daya tampung normal PLTD sekitar 7 megawatt (MW), saat ini tersisa 5 MW normal. Sementara beban puncak listrik di Kolut sebesar 6,6 MW bahkan mencapai 6,8 MW saat musim panen cengkeh.

“Jadi kerusakan pertama itu dari 7 megawatt turun 1 MW sisa 6 MW, kemarin kerusakan lagi jadi 1 MW jadi sisa 5 MW normal. Akibat kurangnya daya itu, kita padamkan secara bergilir,” jelas Sigit.

Penyebab terjadinya kerusakan pada mesin PLTD tersebut adalah seluruh beban kejut langsung diterima oleh mesin pembangkit utama yang ada di PLTD.

Beban kejut ini biasnya disebabkan oleh faktor eksternal seperti pepohonan yang menyentuh jaringan listrik PLN, hewan atau binatang yang biasanya bermain di jaringan listrik kabel serta faktor cuaca buruk seperti hujan dan angin kencang.

“Karena tidak ada transmisi yang menerima beban kejut itu dan langsung ke pembangkit utama mengakibatkan terjadinya kerusakan pada mesin. Itu beban kejut semua diterima oleh mesin utama kami, lama kelamaan pastikan akan mengalami kerusakan. Untuk pemeliharaan kita rutin lakukan secara berkala,” pungkasnya.

(Baca Juga : PLN Rayon Raha Tarik 800 Meteran Listrik Prabayar Gagal Produk)

Meski begitu, ia memastikan kondisi ini tidak akan berlangsung lama karena pengerjaan perbaikan dan pemeliharaan terus berjalan hingga sistem pembangkit di PLTD Kolut normal kembali.

“Kenapa ini butuh waktu yang cukup lama karena kita ada kekurangan material tambahan seperti silinder head sehingga harus didatangkan dari perusahaan penyedia alat tersebut untuk dikerjakan bersama tim dari PLN,” ujarnya.

Sigit pun berharap agar masyarakat memahami kondisi ini dan tetap bersabar jika dilakukan pemadaman secara bergilir oleh PLN setempat.

Selain itu, partisipasi masyarakat juga diperlukan jika PLN sedang melakukan pembersihan jaringan dengan harus memangkas pohon sekitar jaringan listrik. “Jadi kalau misal tim kami lagi bersih-bersih jaringan dengan memangkas pohon, agar direlakan pohonnya,” ujarnya.

Solusi lain untuk menjamin ketenagalistrikan di Kolut, saat ini PLN tengah membangun Gardu Induk (GI) Kolaka, Kolut, Unahaa dan Malili yang menerima aliran listrik dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang rencananya ini akan menambah daya listrik di Bumi Anoa.

(Baca Juga : Hadapi Musim Hujan, PLN Kendari Siagakan Personel 24 Jam)

Sebelumnya, Manager PLTD Unit Layanan Pengadaan (ULP) PLN Rayon Kolut, Subhan Amir mengatakan, pemadaman bergilir dilakukan karena ada defisit daya kurang lebih 1,5 MW.

“Sekarang sudah enam mesin yang beroperasi karena ada tambahan satu unit sudah normal kembali, tapi itu masih belum mencukupi kebutuhan. Jadi rencananya kita akan lakukan penambahan mesin yang didatangkan dari Mowewe dalam waktu dekat ini,” ujar Subhan, Jumat (1/2/2019).

Untuk jadwal pemadaman pihaknya terus mengeluarkan informasi pengurangan beban setiap hari terkait titik lokasi dan waktu pemadaman kepada pelanggan agar menghindari pemadaman total. (b)

 


Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib