Tampilan Desktop


Politik Dalam Perspektif Cinta
118 Dibaca

Cinta jangan engkau tinggalkan diriku, begitulah manisnya dan indahnya kata-kata yang sering terlontar dari para politik praktis.

Politik Dalam Perspektif Cinta

Abu Muslim

Bila kita telusuri, secara sederhana kalimat-kalimat yang digunakan oleh para politik praktis tidak meleset, artinya sama dengan kata-kata romantis yang sering dipakai oleh anak-anak muda ketika mereka berpacaran. Ada 3 pola berpolitik yang dikembangkan oleh para politik praktis yang hingga kini masih berlangsung.

1.Pola pertama mengharuskan adanya kesetiaan dari para partner politik dan ini juga menjadi dasar utama bagi banyak orang dalam menjalin hubungan percintaan. Kesetiaan itu bisa diwujudkan lewat beragam simbol diantaranya; kontrak politik yang tertuang dalam lembaran kertas putih yang berisi tentang kesepakatan-kesepakan para pihak dan lengkap dengan tanda tangan bermatrei enamribu.

2.Pola kejujuran. Sering kita mendengar bahwa kejujuran adalah harga mati dalam menjalankan suatu hubungan. Misalnya, ketika pejabat atau para politik praktis selalu jujur dalam mengemban tugas Negara, maka, tidak sedikit pujian dan sanjungan yang akan mereka terima dari masyarakat, dan fenomena ini adalah kebenaran yang mutlak (politik murni). Pola kejujuran sebenarnya bermula dari cerita atau sejarah cinta antara dua insan yang saling mencintai. Namun seiring dengan berjalannya waktu ternyata, kejujuran menjadi trend dan jaminan bagi para politik praktis. Meskipun hal ini adalah sesuatu yang wajar dan sah, namun, diharapkan tidak akan berujung pada konflik seperti yang sering terjadi pada anak-anak muda yang berpacaran: Ketika kejujuran tidak bisa diwujudkan maka perceraian atau putus hubungan tanpa adanya tali silaturrahmi diantara satu dengan yang lainnya adalah solusi terbaik.

3.Pola saling menerima apa adanya. Hal ini juga sangat sering ditekankan ketika pasangan kekasih dalam menjalin sebuah hubungan. Perlunya saling mengerti antara satu politik practis dengan yang lainnya diharapkan dapat menjamin keterbukaan dan keseimbangan hubungan diantara mereka. Disamping itu, pandangan publik akan lebih positif, karna tidak ada arogansi yang menceruat dimuka publik justru image saling membantu dan mengerti akan porsinya masing-masing.

 

Oleh Abu Muslim, SH

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com