Tampilan Desktop


Praktisi Kebencanaaan di Sultra Gelar Workshop Komando Tanggap Darurat
48 Dibaca

Workshop BPBD - Pelatihan sistem komando tanggap darurat di hotel Zenith, Kendari (8-11 Maret 2016) BPBD Sulawesi Tenggara (Sultra) didukung program Technical Assistance and Training Team (TATTs). (Istimewa)

Workshop BPBDPelatihan sistem komando tanggap darurat di hotel Zenith, Kendari (8-11 Maret 2016) BPBD Sulawesi Tenggara (Sultra) didukung program Technical Assistance and Training Team (TATTs). (Istimewa)

 

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan tanggap darurat bencana diharuskan tetap berada di bawah komando dan koordinasi yang saling mendukung. Menangkap kebutuhan tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara (Sultra) didukung program Technical Assistance and Training Team (TATTs)  menggelar workshop Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana di Hotel Zenith Kendari, 8-11 Maret 2016.

Kegiatan tersebut untuk mempersiapkan staf BPBD dan para pelaku tanggap darurat dari berbagai instansi untuk dapat melakukan penanganan tanggap darurat bencana.

Sekretaris Daerah Provinsi Sultra Lukman Abunawas sangat terimakasih kepada Mercy Corps Indonesia dan USAID atas dukungannya melalui program  TATTs di Sultra mengenai penanggulangan bencana. Menurutnya, BPBD harus berperan aktif untuk membangun koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

“Saya mendukung BPBD Sultra untuk mengambil langkah-langkah strategis dan membangun koordinasi dengan para pihak pemerhati dan praktisi kebencanaan di Sultra, seperti yang dilakukan saat ini,” ujar Lukman dalam sambutannya, Selasa (8/3/2016).

Team Leader TATTs Sultra Tanty S Reinhart Thamrin mengatakan bahwa workshop ini bertujuan agar para pemangku kepentingan yang terkait dengan tanggap darurat bencana di Sultra memahami Sistem Komando Tanggap darurat bencana yang digunakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sehingga tim tanggap darurat bencana di Sultra memiliki keterampilan manajerial dalam hal ini kemampuan untuk mengkoordinasikan, mengatur dan mendelegasikan perintah sebagai sebuah komitmen tanggap darurat bencana yang berintegrasi di Sultra.

Lanjut Tanty, selain workshop, kegiatan tersebut diawali dengan pelatihan Sistem Komando Tanggap Darurat bencana yang difasilitasi langsung oleh para tenaga ahli  Pusdiklat  Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).  Para pelaku penanggulangan bencana di Sultra diharapkan memiliki kemampuan untuk menganalisis suatu kondisi pada saat tanggap darurat yang didukung oleh ketrampilan berkomunikasi efektif dalam berkoordinasi dan memberikan informasi untuk menjalankan sebuah keputusan yang menjadi prioritas dalam tanggap darurat.

“Saya berharap para praktisi kebencanaan di Sultra akan memiliki ketrampilan kebencanaan terbaik dan sesuai kebutuhan.” ujar  Tanty.

Workshop Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana Provinsi Sultra tersebut diikuti oleh perwakilan stakeholder mitra BPBD antara lain Korem 143 HO, Lanal Kendari, Lanud Sultra, Korem 143/HO, Kodim 1417 Kendari, Polda Sultra, Brimob, Basarnas Kendari, Dinas Sosial Sultra, Dinas Kesehatan Sultra, Sat Pol PP Sultra, Universitas  Halu Oleo, juga hadir perwakilan  organisasi  seperti dari PMI, RAPI, ORARI, SENCOM  mitra polri, Tagana, OPD (organisasi penyandang disabilitas) dan LSM Lokal. (B)

 

Penulis : Muhamad Taslim Dalma
Editor   : Jumriati

Tagged with:
JN ZonaSultra

View all contributions by JN ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com