Tampilan Desktop


Proyek Jembatan Ini Belum Rampung, Malah Dianggarkan Lagi 1,5 Miliar
166 Dibaca

Proyek Jembatan Ini Belum Rampung, Malah Dianggarkan Lagi 1,5 Miliar

PANTAU PEMBANGUNAN JEMBATAN – Ketua Komisi I DPRD Konawe Utara, Rasmin Kamil ditemani Kepala Desa Puuwonua, Kadir T saat melihat langsung pembangunan jembatan beton Puuwonua yang telah menelan anggaran Rp.1,6 miliar, Senin (29/2/2016). Jembatan tersebut baru dibangun obudmannya saja. Murtaidin/Zonasultra.Com

 

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU– Proyek pembangunan jembatan beton yang diperkirakan panjangnya 20 meter hingga kini belum juga rampung. Jembatan yang menghubungkan tiga desa di Kabupaten Konawe Utara (Konut) itu, dikerjakan 2015 lalu dengan pagu anggaran Rp.1,6 miliar.

Namun soal waktu dimulainya pekerjaan dan pihak kontraktor yang mengerjakannya hingga kini tak diketahui. Pasalnya, papan informasi proyek yang seharusnya terpasang di lokasi itu tak ada sama sekali.

Jembatan tersebut dibangun untuk menghubungkan tiga desa di Kecamatan Andowia yaitu Desa Puuwonua, Laronanga dan Puusuli.

Akibat tak tuntasnya jembatan tersebut, kini dikeluhkan oleh warga di desa itu. Keluhan warga pun sampai juga ke telinga dewan. Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konut, Rasmin Kamil, Senin siang (29/2/2016) turun langsung melihat progres pembangunan jembatan tersebut.

Didampingi Kepala Desa Puuwonua, Kadir T, ia mengatakan pihaknya masih harus melihat dulu rancangan anggaran biaya (RAB) untuk pembangunan jembatan tersebut. Namun, lagi-lagi dia tidak merasa puas jika anggaran Rp.1,6 M hanya diperuntukan untuk pembangunan obudmannya saja.

“Secara teknis belum bisa kita pastikan apa ini masuk mark up atau tidak. Tapi secara kasak mata terlalu mahal uang sebesar itu hanya untuk obudmannya saja yang dibangun,” katanya.

Untuk itu, lanjut politisi PKB ini, untuk pembangunan yang berkesimbangunan sehingga jembatan tersebut segera dinikmati oleh masyarakat ditiga desa itu, maka tahun ini sudah ada anggarannya Rp.1,5 M.

Adapun yang sudah dikerjakan itu, lanjut Rasmin, tinggal seluruh elemen untuk melakukan pengawasan pembangunan. Dia meminta pengawasan tersebut jangan disalah artikan. Hal ini bertujuan untuk efektif dalam penggunaan anggaran.

“Kalau kita tidak melakukan pengawasan secara selektif, siapapun yang menjadi bupati tidak akan ada perubahan,” terangnya.

Sementara Kepala Desa Puuwonua, Kadir T meminta kepada wakil rakyat itu agar kiranya jembatan penghubung tersebut segera diselesaikan, mengingat masyarakat ditiga desa sangat membutuhkan jembatan permanen.

“Kita minta jembatan ini segera mungkin diselesaikan, jangan dibiarkan begini saja. Apalagi anggarannya tahun ini ditambah lagi hingga mencapai Rp.3,1 miliar,” kata Kadir T.

 

Penulis : Murtaidin
Editor  : Rustam

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com