Tampilan Desktop


Proyek Mega Industri di Konawe Terhambat, Kery Segera Lapor ke Presiden
159 Dibaca

Dalam pertemuannya dengan sejumlah perwakilan dari beberapa kementrian yang berkunjung ke kawasan proyek mega industri Konawe, Selasa (28/4/2015), Kerry mengaku sangat bingung dengan sikap pemerintah

Dalam pertemuannya dengan sejumlah perwakilan dari beberapa kementrian yang berkunjung ke kawasan proyek mega industri Konawe, Selasa (28/4/2015), Kerry mengaku sangat bingung dengan sikap pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang saat ini terkesan sengaja mencari-cari kesalahan agar proses pembangunan proyek mega industri morosi terhambat.
“Karena kalau pemikiran bodoh saya, sudah tidak ada masalah dengan proses pembangunan proyek mega industri ini, toh kalau mega industri ini jalan kita semua yang akan ikut menikmati hasilnya, bukan hanya pemerintah daerah Konawe saja, melainkan seluruh Indonesia akan ikut menikmati hasilnya, tetapi kenapa sengaja dicarikan salahanya supaya mega industri ini tidak jalan,” keluh Kery di hadapan rombongan dari beberapa kementrian. 
Kery juga meminta kepada kepala balai wilayah sungai besar IV Sulawesi untuk memberikan petunjuk serta menunjukkan letak kesalahan dalam pembangunan proyek mega industri tersebut. Sebab menurut dia, dalam rencana pembangunan proyek yang menelan anggara pendapatan belanja Negara (APBN) hingga Rp. 8 triliun tersebut tidak merusak aset pemerintah pusat seperti saluran irigasi milik kementrian pekerjaan umum.
“Yang saya herankan ada informasi yang mengatakan bahwa saluran irigasi milik kementrian PU ini akan kami timbun, sementara kami tidak pernah mengatakan seperti itu, malahan saluran ini akan kami perbaiki ketikan pembangunan mega industri ini berjalan,” ujarnya.
“Jadi saya rasa ini sengaja dicari-carikan kesalahannya, kalau memang proyek ini tidak bisa yah kita bubarkan saja dari pada bikin repot, nanti saya mau suruh saja masyarakat tanam ganja, supaya ada yang kita kerja,” terangnya.
Informasi yang berhasil dihimpun awak zonasultra.com, dalam waktu dekat ini Bupati Konawe, Kery Syaiful Konggoasa akan menghadap presiden Jokowi untuk menyampaikan terkait terhambatnya percepatan pembangunan mega indutri Konawe yang sudah masuk dalam Rencana Pemerintah Jangka Menengah (RPJM) Nasional tahun 2015. 
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe agar tidak terburu-buru mengambil langkah terkait dengan proyek mega industri di Kecamatan Morosi dan Bondoala. Jika salah mengambil kebijakan, hal tersebut dapat berujung pidana bagi para pejabat terkait. (Baca juga : Gubernur: Proyek Mega Industri Konawe Bisa Berujung Pidana)
Nur Alam menyebutkan sejumlah regulasi yang bakal dilanggar jika Pemda Konawe memaksakan mega proyek tersebut, misalnya aturan tentang tata ruang wilayah karena wilayah yang masuk dalam proyek tersebut tidak masuk dalam peta tata ruang dan tata wilayah (RTRW) sebagai kawasan pengembangan industri. Pemerintah daerah tidak dibenarkan untuk mengalihfungsikan wilayah tersebut tanpa mekanisme yang berlaku. 
Namun pernyataan Nur Alam justru bertolak belakang dengan pernyataan ketua komisi VI DPR RI, Ahmad Faridz Tohir saat melakukan pertemuan dengan gubernur 16 Maret lalu di kantor gubernur Sultra, yang menyetujui dan mendukung penuh pembangunan mega proyek industri tersebut. (Baca juga : Mega Proyek Rp 8 Triliun Konawe: Komisi VI DPR Yes, Gubernur No)
Faridz yang juga politisi PAN itu menjelaskan, Konawe merupakan satu dari sekian banyak daerah yang ditetapkan sebagai kawasan pengembangan industri yang didanai pemerintah pusat melalui APBN yang dananya mencapai Rp 8 triliun.
Faridz  menegaskan jika nantinya dalam pengurusan izin di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pemkab Konawe menemukan kendala-kendala atau pihak BKPM sengaja memperlambat, dia meminta agar hal itu dilaporkan. (Restu)
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com