Tampilan Desktop



Puncak Saiful Tamburaka, Wisata Alam Berkonsep “Bogor” Diperbatasan Kota Kendari
4152 Dibaca

Puncak Saiful Tamvuraka, wisata kendari, wisata sultra, wisata konsel, wisata kendari PUNCAK ST– Suasana sore hari di Puncak ST, Desa Langgea Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) saat dipadati pengunjung, Minggu (13/8/2017). (Ilham Surahmin/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM,KENDARI– Puncak Safiul Tamburaka (ST) menjadi lokasi wisata hits terbaru bagi kalangan anak muda dan keluarga di Kota Kendari.

Wisata ini dapat menjadi pilihan alternatif terbaru untuk mengisi liburan Anda di akhir pekan, selain lokasi terjangkau pemandangan alam yang indah dari ketinggian juga dapat menyejukkan mata.

Jauh dari hiruk pikuk perkotaan, udara terasa segar jika Anda berada di puncak wisata ini. Puncak ST juga menyediakan banyak pilihan spot swa foto misalnya papan love, papan bundar dan rumah pohon.

Fasilitas pendukung yang juga disediakan untuk memberikan pelayanan prima kepada pengunjung seperti kamar mandi, kursi dan meja serta kantin senderhana bagi Anda yang ingin beristirahat mengisi perut.

Untuk masuk kesini tak perlu merogoh kocek terlalu dalam, sebab dengan Rp.5 ribu Anda sudah dapat menggunakan semua spot dan mengelilingi kawasan wisata tersebut.

Salah satu pengunjung, Elita (28) warga Kelurahan Wowanggu Kecamatan Kadia mengungkapkan bahwa wisata pucak ST merupakan tempat yang kreatif dan indah untuk menghabiskan waktu diakhir pekan.

“Tempat bagus, kreatif dan banyak spotnya yang bagus, tapi ada beberapa dibenahi jalannya untuk kesini diatas puncak,” ungkap Elita kepada awak zonasultra.com, Minggu (13/8/2017).

Puncak Saiful Tamvuraka, wisata kendari, wisata sultra, wisata konsel, wisata kendari Puncak Saiful Tamburaka

 

Untuk diketahui, Puncak ST berada tepat diantara perbatasan Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yakni di Desa Langgea, Kecamatan Ranomeeto dan Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga.

Akses kesini mudah saja, dari gerbang perbatasan Ranomeeto dan Baruga Anda dapat mengambil jalur sebelah kanan menuju jalan auto ring road yang sementara dibangun oleh Pemerintah Kota Kendari.

Kisah Pengelola Wisata

Sebut saja Safiul Tamburaka salah satu guru di SMA Negeri 1 Kendari ini tidak pernah membanyangkan jika wisata yang dibangunnya bersama tetangga akan diminati dan dipenuhi pengunjung setiap harinya.

Bermodalkan Rp. 250 juta ia membangun sejumlah fasilitas seperti kamar mandi, pondok sederhana berserta kantinnya, pagar, kursi dan meja terbuat dari karet ban serta pengerjaan awal untuk membersihkan lahan.

“Saya menyediakan fasilitas untuk membuat pengunjung nyaman dan bukan hanya sekedar pergi dan tidak berkesan,” ungkap Saiful.

Puncak Saiful Tamvuraka, wisata kendari, wisata sultra, wisata konsel, wisata kendari

Puncak Saiful Tamburaka

Untuk membangun kawasan seluas 3 hektar dengan ketinggian gunung 60 meter ia membutuhkan waktu sekitar dua setengah tahun sejak 2015 silam. Setelah itu penyanyi yang berhasil mengeluarkan 12 album ini resmi membuka kawasan puncak ST untuk umum per 1 Agutus 2017.

Setiap harinya lokasi ini tak pernah sepi dari pengunjung. 100 hingga 250 orang dapat memadati lokasi ini dari pagi hingga sore hari. Puncak ST ini pun dibangun dengan konsep sebagai wisata sopan dan religi.

Uniknya, ide membangun wisata ini muncul dari pegalaman dan cobaan hidup yang dialami saiful beberapa tahun terkahir.

Karena tak mau terpuruk dalam keputus asaan, Saiful pun memutuskan menuju ke tanah suci untuk meminta petunjuk. Alhasil sepulang dari sana ia pun terpikir bahwa ia memiliki lahan yang cukup representatif dikembang menjadi pusat wisata.

Awalnya membangun wisata ini tidaklah mudah, ada yang mencemooh mengatakan jika ia hanya mencotek apa yang sudah ada di daerah lain. Namun ada pula yang mendukung.

Puncak Saiful Tamvuraka, wisata kendari, wisata sultra, wisata konsel, wisata kendari

Puncak Saiful Tamburaka

“Saya tipikal orang yang keras, keras dalam hal kebaikan dan melakukan sesuatu yang saya anggap itu baik, di lingkungan sekolah ataupun kelurga saya keras,” pungkasnya.

Berangkat dari semangat untuk memperbaiki keadaan ia pun mengajak tiga tentangga yang tinggal di daerah wisata puncak ST itu untuk sama-sama membangun kawasan tersebut, dengan prinsip jika tempat ini mendatangkan rezeki maka disyukuri namun jika tempat ini tidak mendatangkan rezeki maka dinikmati saja.

Saat ini ia bersama enam rekanya mengawasi dan menjaga wisata itu, ada yang berjaga di pintu masuk, spot berfoto, kantin. Sedangkan penjaga parkir kendaraan ia serahkan kepada warga sekitar..

Saiful berharap lokasi wisata yang dikelolanya itu bisa berkembang.

“Satu hal terpenting tujuan saya membangun wisata ini adalah agar tidak ada lagi kegiatan memotong gunung. Karena dalam islam gunung adalah paku gunung kalau dipotong dampaknya alam akan marah,” ujarnya. (B)

 

Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Tahir Ose

Tagged with: ,
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com