Tampilan Desktop

Punya Modal 5 Tahun, Calon Incumbent Tak Perlu Hambat Lawannya
78 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Langkah calon incumbent untuk menghambat lawannya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 justru dapat merugikan diri mereka sendiri. Hal ini karena empati masyarakat tertuju kepada calon yang dihambat.

Pakar Komunikasi politik Najib Husein mengatakan ketika calon bupati petahana atau incumbent mendapatkan lawan seharusnya tidak perlu khawatir. Incumbent mempunyai modal selama 5 tahun lebih membangun daerahnya.

Menurut Najib, jika benar calon bupati incumbent sengaja menghambat atau menjegal calon lainnya maka akan menghilangkan empati masyarakat. Namun demikian itu harus dapat dibuktikan karena jangan sampai apa yang dilakukan Incumbent (menghambat) tidak diketahui oleh masyarakat.

“Langkah untuk menghambat sebenarnya hanya sebuah strategi  yang digunakan karena tidak percaya diri untuk memenangkan Pilkada,” kata alumni doktor komunikasi politik Universitas Gajah Mada ini di Kendari, Jum’at (18/9/2015).

Najib mengatakan calon bupati incumbent di Sultra memiliki peluang yang sangat besar untuk menang di Pilkada 2015. Hanya saja ada beberapa faktor yang mempengaruhi dan bisa saja jadi penyebab kekalahan.

Faktor pertama adalah mesin politik yang dimiliki sendiri oleh calon bupati incumbent dalam artian bagaimana kinerja mesin politik dapat bekerja dengan baik di lapangan. Kedua, penggunaan modal yang ada baik modal sosial maupun beberapa dukungan-dukungan lainnya.

Para calon imcumbent dengan kekuasannya bisa menggunakan segala cara untuk menghambat rivalitasnya untuk maju. Misalnya, menolak menandatangani surat keterangan pengunduran diri anggota DPRD yang akan maju atau dengan alasan apa pun.

Di Kabupaten Konawe Utara (Konut) misalnya, ketua DPRD setempat enggang menandatangani surat pengunduran diri anggotanya, Raup yang maju berpasangan dengan Ruksamin. Namun setelah adanya desakan demo dari massa pendukung pasangan ini, akhirnya ketua DPRD Jefri Prananda bersedia menandatanganinya.

Ketua DPRD Konut tak lain adalah kader partai Demokrat yang juga keponakan calon incumbent, Aswad Sulaiman.    
   
Lain lagi di Kabupaten Muna. Salah satu peserta calon kepala daerah dan wakil kepala daerah mengugat keputusan KPU yang meloloskan pasangan Rusman Emba-Abdul Malik Ditu, hanya karena persoalan keterlambatan menyerakan surat keterangan tidak dalam tanggungan utang dari pengadilan setempat.

Bahkan kasus ini pun masih terus bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Makassar.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com