Tampilan Desktop


Rekomendasi Tak Dijalankan, DPRD Konut Bentuk Tim Evaluasi PT SAJ
64 Dibaca

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU– Empat rekomendasi hasil rapat dengar pendapat (Hearing) bersama anggota DPRD kabupaten Konawe Utara (Konut), pimpinan PT SAJ, Camat Oheo, Kepala Desa Sambandete dan masyarakat pemilik lahan beberapa waktu lalu tak dijalankan pihak perusahaan.

Poin empat dari rekomendasi dewan adalah untuk sementara ini segala aktifitas PT. Selaras Andalan Jaya (SAJ) dihentikan. Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan pihak perusahaan sawit tersebut mengabaikan hasil hearing tersebut.

Rasmin Kamil

Rasmin Kamil

“Memang dalam rekomendasi itu kita minta mereka menghentikan aktifitas perusahaan ini sebelum permasalahan di Desa Sabandete dan beberapa desa lainnya clear,” kata Rasmin Kamil, Ketua Komisi A DPRD Konut di ruang kerjanya, Selasa (3/11/2015).

Sehubungan aktifitas perusahaan sawit masih terus berlangsung, DPRD Konut membentuk tim evaluasi keberadaan PT SAJ. Tim ini akan bertugas memantau keberadaan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Dikatakannya, tim yang dibentuk akan bertugas menindaklanjuti permohonan masyarakat dibeberapa desa di Kecamatan Oheo yang lahannya diserobot oleh PT.SAJ.

“Tim ini anggotanya antara lain dari dinas perizinan, dinas perkebunan dan Bapedalda dan komisi A. Tim ini akan turun langsung kelapangan untuk mengecek keberadaan perusahaan. Apakah sudah melaksanakan direkomendasi dewan atau belum,” ujarnya .

Tim evaluasi ini juga akan melihat kembali tanggapan warga mengenai bagi hasil 80-20 serta besarnya kompensasi yang diberikan perhektarnya. Besaran itu, menurutnya sangat minim dan diluar kemanusian dan akan menimbulkan masalah nantinya sebagaimana berkaca pada perusahaan yang ada di Konut dengan bagi hasil 60-40.

Lebih jauh Rasmin Kamil mengatakan, dalam rekomendasi nomor 170/149/DPRD/X/2015 ada empat poin yang dihasilkan. Diantaranya legalitas izin perusahaan akan dikaji. Pihak perusahaan harus mensosialisasikan ulang keberadaannya dan niatannya berinvestasi didaerah itu. Mengidentifikasi ulang tentang status kepemilikan lahan PT SAJ dan memberhentikan sementara aktifitas di PT SAJ.

Dalam pemilihan pemilik lahan, terindikasi adanya ketidak hati-hatian. Ditakutkan dalam pemilik lahan itu ada monopoli dari satu orang. Meski lokasi sawit perusahaan ini belum diketahui secara pasti, tetapi rata-rata di Desa Sambandete Kecamatan Oheo masih hutan.

“Hari ini kita sahuti permintaan warga untuk turun ke lapangan. Kita mau konfirmasi dengan data-data administrasi. Besok (hari ini) kita mau periksa secara faktual. Intinya kita dewan setuju dengan adanya perusahaan yang masuk tetapi harus seusai dengan aturan dan tidak merugikan masyarakat,” kata Rasmin.

Ditempat terpisah, salah satu perwakilan masyarakat pemilik lahan Desa Sambandete Kecamatan Oheo, Idrus mengatakan, jika hasil rekomendasi DPRD Konut berdasarkan rapat bersama belum dilaksanakan oleh pihak perusahaan sawit PT.SAJ.

“Rabu besok (4/11/2015) kami sebagai masyarakat pemilik lahan akan bersama-sama dengan Komisi A untuk melihat langsung proses pekerjaan PT SAJ yang hingga kini masih berlangsung,” tandasnya.

 

Penulis : Murtaidin
Editor : Rustam

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com