Tampilan Desktop


Rektor UHO Ingatkan Kepala Sekolah Harus Jujur Isi Data Siswa
109 Dibaca

Sosialisasi SNMPTN - Para kepala sekolah, guru dan IT sekolah saat menghadiri sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN di Auditorium Mokodompit UHO, Sabtu (6/2/2016). Para kepala sekolah diharapkan menginput data siswa di PDSS dengan benar. (Jumriati/ZONASULTRA.COM)

Sosialisasi SNMPTN – Para kepala sekolah, guru dan IT sekolah saat menghadiri sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN di Auditorium Mokodompit UHO, Sabtu (6/2/2016). Para kepala sekolah diharapkan menginput data siswa di PDSS dengan benar. (Jumriati/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) Usman Rianse, mengingatkan para kepala sekolah tingkat SMA/SMK dan MA di Sultra untuk jujur dalam menginput data siswanya pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), sebagai bagian persiapan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016.

Dikatakan Usman, para kepala sekolah harus mengisi data siswanya dengan sebenar-benarnya, dan tidak melakukan tindakan kecurangan yang bisa mengancam integritas sekolah sekaligus merugikan siswanya.

“Kalau yang rangking satu tulis lah rangking satu, yang rangking dua tulis lah rangking dua. Jangan yang rangking 10 ditulis rangking dua. Berikan lah kami siswa-siswi yang memang berprestasi dan terbaik dari sekolah,” kata Usman dalam acara sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN kepada para kepala dinas pendidikan, kepala sekolah, guru dan IT SMA/SMK dan MA di Auditorium Mokodompit UHO, Sabtu (6/2/2016).

Rektor dua periode ini juga meminta para kepala sekolah untuk mengisi data ekonomi siswanya dengan jujur, sehingga uang kuliah tunggal (UKT) yang dikeluarkan pihak universitas sesuai dengan kemampuan ekonomi orangtua yang bersangkutan.

“Kalau UKT kemahalan, jangan salahkan kami. Kami memberikan UKT sesuai dengan data yang dimasukkan ke kami,” kata dia.

Usman juga mengingatkan para kepala sekolah agar memastikan semua data siswanya terinput di PDSS karena data tersebut akan menjadi syarat bagi siswa untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi, baik SNMPTN maupun SBMPTN.

Menurut Usman, penyelenggaraan seleksi masuk perguruan tinggi negeri tahun ini terdapat beberapa perubahan, seperti proporsi penerimaan mahasiswa melalui SNMPTN yang menurun menjadi 40 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 50 persen. Kemudian kuota untuk jalur lokal yang meningkat dari 20 persen menjadi 30 persen.

Perbedaan lainnya adalah perubahan metode untuk ujian tertulis yang tidak hanya menggunakan metode paper-based test (PBT), tapi juga dengan computer-based test (CBT).

“Di UHO kita masih lihat, apakah menggunakan CBT atau PBT,” ujarnya.

 

Penulis: Jumriati

Redaksi ZonaSultra

View all contributions by Redaksi ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com