Tampilan Desktop



Ribuan Warga Meriahkan Pawai Budaya HUT Kota Kendari
195 Dibaca

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Budaya HUT Kota Kendari PAWAI BUDAYA – Wali Kota Kendari Asrun dan Wakil Wali Kota Musadar Mapasomba, saat diajak oleh penari wanita untuk menari tari legong. Tari legong merupakan tarian khas Bali yang memiliki gerakan lemah gemulai yang diiringi dengan gamelan tradisional khas Bali, selain itu, para penari yang memainkan legong menggunakan kipas. (RAMADHAN HAFID/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Ribuan masyarakat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berpartisipasi dalam pawai budaya memperingati hari ulang tahun (HUT) Kota kendari ke – 186, pada Sabtu (6/5/2017) siang. Pawai ini diikuti oleh sebanyak 23 paguyuban dari berbagai etnis dan budaya di tanah air yang menjadi warga Kota Kendari serta 2 kelompok marching band dari SMPN 9 Kendari dan SMA Kartika.

Pawai budaya diawali dari Kantor DPRD Kota Kendari menuju panggung utama, depan Kantor Wali Kota Kendari, mendapat apresiasi warga Kota Kendari yang memadati jalan tempat dilalui pawai budaya dengan kendaraan hias.

Berbagai macam budaya daerah dari masing-masing paguyuban tampil dengan kemasan yang begitu menarik sehingga menghadirkan decak kagum dari Walikota Kendari beserta tamu lainnya yang duduk di panggung kehormatan serta warga Kota Kendari yang menyaksikan atraksi pawai.

Selama 6 jam barisan para peserta memadati jalan protokol kota Kendari. Berbagai macam keunggulan khas serta kesenian dari para peserta dipersembahkan di hadapan Wali Kota Kendari beserta para tamu kehormatan lainnya, mulai dari atraksi pencak silat, reog ponorogo, tarian khas Minang, tarian pagellu yang merupakan tarian khas Toraja. Terlihat pula keragaman berbagai etnis masyarakat yang berdomisili di Kota Kendari diantanya etnis Tolaki, Mekongga, Muna, Buton, Morenene, Binongko, Wawonii, Tomia, Bugis, Makassar, Toraja, Mandar, Jawa, Bali, Papua dan etnis lainnya.

Warga Kendari Rizky Rahmadani (22) yang menyaksikan pawai mengatakan, ada beberapa atraksi yang menarik perhatiannya. Antara lain adalah penampilan kesenian barongsai oleh paguyuban etnis Tionghoa dan tarian khas Bali.

” Saya bangga kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, karena dengan diselenggarakannya pawai budaya ini bisa menyatukan masyarakat dari berbagai suku dalam Kebhinekaan Tunggal Ika mulai dari Sabang sampai Merauke yang hidup di Kota Kendari,” ungkapnya.

Wali Kota Kendari Asrun berharap, pawai budaya ini bisa menjadi penguat semangat persaudaraan dan persatuan masyarakat Kota Kendari yang terdiri atas berbagai suku, profesi dan agama. Selain itu, pawai juga diharapkan menumbuhkan kecintaanterhadap keragaman budaya yang merupakan potensi daerah.

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Budaya HUT Kota Kendari Tarian pagellu dari paguyuban Tana Toraja. Tarian ini merupakan tarian tradisional masyarakat suku Toraja yang dibawakan oleh beberapa penari wanita dan diiringi oleh musik tradisional.

“Saya bangga dan mengucapkan terima ksih pada seluruh kerukunan yang ikut memeriahkan HUT Kota Kendari. Ini sekaligus mencerminkan bahwa kita di Kota Kendari ini adalah kota yang multi etnis, dan meskipun multi etnis kita tetap menjaga kerukunan antar kita semua,” kata Asrun.

Asrun juga mengungkapkan, pawai budaya kali ini merupakan pawai budaya yang paling meriah. Sehingga ia berencena menjadikanya sebagai agenda tahunan

“Kita nanti ada rencana secara periodik, kita satukan dengan festival kuliner Kota Kendari dan kita laksanakan secara rutin dalam bentuk kalender pariwisata. Ya mungkin tahun depan sudah mulai kita rencanakan,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari Wa Ode Arnas Gusri yang juga selaku ketua panitia. Menurutnya, dengan berpartisipasinya 23 paguyaban dari berbagai etnis dan budaya yang ada di Kota Kendari mencerminkan bahwa mereka antusias untuk memeriahkan HUT Kota Kendari ke – 186 ini.

“Jadi yang kita undang itu semua suku yang ada di Kota Kendari. Mulai dari Padang, Jawa, Nusa Tenggara Timur, Papua, hingga Bali yang ikut bergabung bersama etnis lokal di Sultra,” kata Arnas.

Arnas juga mengungkapkan, melalui kegiatan pawai budaya ini, Pemkot Kendari bermaksud memberi ruang positif kepada seluruh etnis untuk mengenal budayanya masing-masing.

Kegiatan pawai budaya juga ini, kata Arnas direncanakan akan menjadi event nasional, agar dapat dikenal luas oleh seluruh masyarakat Indonesia maupun internasional. Harapannya, dengan begitu proses promosi wisata baik budaya maupun wisata alam menjadi lebih luas jangkauannya. (B)

 

Reporter : Ramadhan Hafid
Editor : Tahir Ose

DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com