RSUD Muna Tangani 8 Kasus DBD

34
Demam Berdarah Merebak di Sultra, 65 Terjangkit 1 Meninggal
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, RAHA – Awal tahun 2019 satu per satu penderita demam berdarah dengue (DBD) dilarikan ke RSUD Muna. Kini pihak rumah sakit sudah menangani delapan orang pasien terinfeksi DBD.

Direktur RSUD Muna Nurwiah mengatakan, delapan orang penderita DBD tersebar di berbagai wilayah di Muna, empat orang diantaranya berada di luar kota dan empat di dalam kota.

“Kecamatan Kusambi satu kasus, Desa Bonekansitala satu kasus, Desa Lembo satu kasus dan Desa Lamonde satu kasus sementara dalam kota di Kelurahan Palangga, Desa Wakorambu, Kelurahan Madesabara dan Lorong Strong,” terang Nurwiah ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/2/2019).

(Baca Juga : DBD Merebak, Belasan Warga Butur Dirawat di Rumah Sakit)

Kepala Seksi Pelayanan RSUD Muna Mardiana menambahkan, penderita DBD dari Palangga menyerang seorang laki laki berusia 24 tahun, Kusambi perempuan 21 tahun, Desa Lembo seorang perempuan 20 tahun dan dari Desa Lamonde seorang laki-laki 16 tahun.

Dari Desa Bonekancitala menyerang anak perempuan berusia 5 tahun, dari Madesabara seorang perempuan berumur 7 tahun, Desa Wakorambu menyerang anak laki-laki berusia 8 tahun sementara dari Lorong Strong juga menyerang perempuan berusia 10 tahun.

“Pasien pertama itu masuk pada awal Februari kemarin dan langsung dilakukan penanganan,” cetusnya.

Meski begitu, pihaknya bersyukur karena dari delapan penderita akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut cepat ditangani dengan baik dan tak berakibat fatal.

(Baca Juga : Januari 2019, RSUD Kendari Rawat 34 Pasien DBD)

“Alhamdulillah, empat orang sudah dinyatakan sehat dan telah dipulangkan ke rumahnya, dan empat lainnya sementara dirawat intensif,” ungkap Mardiana.

Mardiana yang juga merupakan Humas RSUD Muna ini mengaku para pasien penderita DBD dirawat dalam satu ruangan. “Kita pisahkan penanganannya dengan pasien lain, agar proses penyembuhan bisa lebih efektif,” jelasnya.

Sementara di Kecamatan Maligano juga dilaporkan satu penderita DBD dan satu orang lagi dari dalam kota yang masih dinilai sebagai suspect DBD. (a)

 


Kontributor: Nasrudin
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib