Tampilan Desktop


Salurkan Pupuk Palsu, Pemilik Toko Aneka Tani Unaaha Jadi Tersangka
117 Dibaca

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Setelah melalukan penyelidikan atas peredaran pupuk palsu jenis poshka di sejumlah daerah di Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara beberapa bulan yang lalu, Satuan Reserse Kriminal Polres Konawe akhirnya menetapkan satu orang tersangka yang diduga kuat sebagai penyalur pupuk tanpa label SNI tersebut.

Dia adalah Efendi yang kini menyandang status tersangka dalam kasus tersebut. Efendi merupakan pemilik Toko Aneka Tani yang diduga kuat menjadi distributor pupuk ilegal ke petani sawah. Toko tersebut diketahui memperdagangkan alat-alat pertanian dan peternakan di Kabupaten Konawe. (Baca juga : Polres Konawe Amankan 80 Karung Pupuk Palsu)

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Konawe, Iptu Donny Kristian Baralangi melalui penyidik satu Unit III Tipiter, Brigadir Alamsyah menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memiliki tiga alat bukti yang kuat, yakni keterangan saksi, keterangan ahli, serta hasil uji labolatorium yang dikeluarkan BPTP Makassar.

“Kasus ini masih kita dalami, dan kemungkinan adanya tersangka baru bisa saja terjadi, tergantung proses penyelidikan yang kita lakukan, apabila kita menemukan fakta baru, maka bisa saja ada tersangka baru,” kata Alamsyah di ruang kerjanya, Senin (7/9/2015).

Lanjut Alamsyah, saat ini pihaknya belum melakukan penahanan terhadap tersangka. Rencananya dalam waktu dekat baru akan dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka.

“Untuk penahanannya nanti tergantung penyidik saat melakukan pemeriksaan, rencananya antara Rabu atau Kamis ini kita lakukan pemanggilan terhadap tersangka,” ujarnya.

Atas perbuatannya, Efendi sendiri dikenakan tiga pasal sekaligus yakni tindak pidana tertentu di bidang perdagangan dan perlindungan konsumen dan atau sistem budi daya tanaman, Undang-Undang RI nomor 7 tahun 2014 pasal 113 jo pasal 57 ayat 2, tentang Perdagangan, serta pasal 62 ayat satu jo pasal 8 ayat 1 huruf a dan e Undang-Umdang RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda miliaran rupiah.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com