iklan zonasultra

Sawah Kekeringan, Pemda Konut Turunkan Pompa Air

Sawah Kekeringan, Pemda Konut Turunkan Pompa Air
PENINJAUAN LOKASI PERSAWAHAN - Bupati Konut, Ruksamin bersama warga Kecamatan Landawe saat meninjau lokasi persawahan yang di landa kekeringan berlokasi di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe. (Jefri/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,WANGGUDU – Sawah seluas 50 hektar milik para petani di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), dilanda kekeringan. Padi dengan usia tanam rata-rata 2 sampai 3 bulan, terancam mati.

Menanggapi peristiwa itu, Bupati Konut Ruksamin turun tangan dengan langsung meninjau lokasi persawahan itu pada Minggu (25/2/2019) kemarin. Usai meninjau, ia langsung mengistruksikan instansi terkait menurunkan 2 unit mesin pompa air sebagai alat untuk memasok air ke sawah para petani.

“Setelah kami turun cek, memang kondisinya rawan dan tidak bisa dibiarkan, harus cepat ada tindakan. Olehnya itu, saya langsung perintahkan pihak dinas terkait menurunkan bantuan mesin pompa agar air bisa mengalir kembali di area persawahan warga,” ujar Ruksamin, Senin (25/2/2019).

iklan zonasultra

Di sekitar area persawahan tersebut terdapat aliran sungai dan irigasi, tetapi karena kondisi debet air yang kecil maka tidak dapat masuk mengaliri area persawahan.

Dalam bercocok tanam, petani setempat mengandalkan air dengan sistem tadah hujan dan aliran sungai. Di tempat itu, selain sawah juga terdapat kebun warga yang ditanami berbagai macam sayuran seperti pepaya, jagung dan lain sebagainya.

“Solusinya, memang air yang ada di sungai itu harus ditarik menggunakan mesin pompa agar sampai di sawah-sawah milik warga. Kami harap situasinya berjalan baik agar petani kita dapat menikmati hasil panen demi keberlangsungan hidup mereka,” terangnya.

Dia mengatakan pihaknya juga telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemantauan di lapangan mengenai kondisi pertanian, perikanan, dan perkebunan masyarakat untuk segera dilaporkan jika terdapat kendala. (B)

 


Reporter:Jefri Ipnu
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib