Tampilan Desktop


Sejumlah Raja Nusantara Hadiri Acara Mosehe Wonua di Kendari
100 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Sejumlah raja  Nusantara meramaikan acara adat Mosehe Wonua atau penyucian kampung yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari. Kegiatan yang digelar di alun-alun ibu  kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ini, Jumat (15/5/2015), masih merupakan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari ke-184.

Dari pantauan awak  Zonasultra.com, acara ini diawali dengan penjemputan para Raja Nusantara dengan tarian Mondotambe, kemudian dilanjutkan dengan permohonan izin Tolea kerajaan pada Raja untuk memulai acara dengan membawa simbol Kalo Sara. Sejumlah Raja dan Sultan Nusantara yang menghadiri acara tersebut yakni, perwakilan Sultan Yogjakarta, Raja Lombok, Raja Pulau Buru, Sultan Kerajaan Bulungan, Raja Bali, perwakilan Raja Goa, Bokeo Mekongga, Raja Tiworo, Mokole Kabaena, Raja Bantaeng dan Raja Ereke.
Ketua panitia Upacara Agung adat Mosehe Wonua, Jamal Nas Sao-sao, menjelaskan kegiatan ini diselenggarakan oleh yayasan keluarga Laiwoi Konawe, sebagai bentuk apresiasi atas pelantikan Raja Laiwoi ke-10 yang dilakukan bulan Februari lalu dan rangkaian HUT Kota Kendari.
“Mosehe ini merupakan bentuk apresiasi pada Pemkot Kendari yang telah berhasil membangun kota ini dari kota kecil dan serba kekurangan dan tidak punya apa-apa dan sekarang maju dan bisa bersaing dengan daerah lain,” ujar Jamal.
Pada upacara ini kerajaan Laiwoi Konawe memberikan gelar pada Walikota Kendari Asrun dengan nama Mandarano Wonua Tambo Losoano Oleo atau Bangsawan Negeri Matahari Terbit. Kemudian Ketua DPRD setempat Abdul Rasak mendapat gelar Komba Tamano Laiwoi atau Kesatria Kerajaan Laiwoi dan Sekda Kota Kendari Alamsyah Lotunani diberi  gelar Tebawono Kowuna Ngona’ia atau bangsawan yang bertutur kata Lembut.
Usai mendapat gelar Bangsawan, Wali Kota Kendari kemudian menandatangani Piagam Kendari dan disematkan pin oleh Eksekutif Nasional Asosiasi Keraton dan Kerajaan Nusantara (Eknas AKKI) Raja Lombok Sri Lalu Gede Parmanegara Parman ke VIII.
Puncak upacara Agung Adat Mosehe Wonua ditandai dengan penyembelihan kerbau putih dengan maksud penyucian agar pemerintah dan rakyatnya hidup sejahtera dan diberikan kesehatan serta dijauhkan dari bahaya dan malapetaka.(**Ibnu)
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com