Tampilan Desktop



Sekda: Dana Siluman di Dinkes Kolaka Mustahil Tidak Diketahui Kadis
45 Dibaca

(Baca terkait : UHO Terseret Dana Siluman di Dinkes Kolaka)

Poitu yang ditemui di ruang kerjanya, Kami (5/3/2015), mengungkapkan yang melakukan penyusunan RKA hingga penjabarannya pasti dilakukan oleh instansi terkait, dalam hal ini kepala dinkes pasti mengetahuinya.

“Kepala Dinas (Kadis) harus tau semua detail rancangan anggaran dan penjabarannya. Itu gunanya undang-undang mengamanatkan para kadis sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di instansi mereka masing-masing, tujuannya supaya uang negara yang digunakan itu dapat dikontrol oleh instansi masing-masing,” ujar Poitu.

Ia menduga, dana yang diduga siluman senilai Rp 910 juta itu salah penempatannya. Bisa jadi nomenklatur dananya diubah namun tidak disertai dengan pemindahan angkanya, sehingga ketika dirilis dana itu tidak ada dalam RKA dinkes. (Baca terkait : UHO Terseret Dana Siluman di Dinkes Kolaka)

Karena itu Poitu tidak mau gegabah menyebut kasus ini sebagai dana siluman. Karena menurutnya ada versi lain soal munculnya dana itu yang diketahuinya.
“Kita telusuri dulu. Mungkin jawabannya bisa kita ketahui dari pihak Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) atau Bappeda,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinkes Kolaka, dr. Rosmiati mengaku tidak tau kenapa tiba-tiba ada anggaran Rp 910 juta dalam penjabaran RKA miliknya. Dalam wawancaranya dengan Zona Sultra.com, Rosmiati menduga dana sebesar itu merupakan dana proyek usulan PPLH Universitas Haluoleo (UHO) untuk kegiatan penelitian di Kolaka. Tapi proyek itu tidak disetujui Rosmiati, karena bertentangan dengan surat edaran Mendagri.

Akan tetapi, pernyataan Rosmiati dalam wawancara itu berbeda jauh dengan keterangan yang diberikannya kepada Anggota Komisi III DPRD Kolaka saat melakukan rapat Konsultasi anggaran tersebut. Dalam konsultasi itu, Rosmiati mengaku anggaran proyek penelitian PPLH UHO itu merupakan dana titipan anggota DPRD periode sebelumnya.

Pengakuan Rosmiati itu terungkap setelah salah satu anggota komisi III, DPRD Kolaka Hasbi mendesaknya untuk menjelaskan dengan rinci kronologis dana ratusan juta itu yang tiba-tiba muncul dalam RKA. (**Saban)

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free