Tampilan Desktop



Sekretaris DPD Partai Gerindra Sultra Tutup Usia
490 Dibaca

Sekretaris DPD Partai Gerindra Sultra Tutup Usia TUTUP USIA – Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulawesi Tenggara (Sultra), Djayadi Zaid meninggal dunia di rumah sakit Bahteramas Kendari, Senin (31/8/2017) malam. (Rasman/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulawesi Tenggara (Sultra), Djayadi Zaid meninggal dunia di rumah sakit Bahteramas Kendari, Senin (31/8/2017) malam.

Sebelum meninggal dunia, Djayadi Zaid sempat mendapatkan perawatan medis selama 4 bulan. Tetapi hingga menghembuskan nafas terakhirnya diusia 49 tahun, diagnosa dari dokter tentang sakitnya belum diketahui.

Istri Almarhum, Fitrian Pananggala Djayadi mengatakan, selama empat bulan menjalani pengobatan dokter belum pernah sekali pun menyampaikan hasil diagnosa medis suaminya menderita sakit apa.

Selama empat bulan terakhir ini kata Fitrian, mantan anggota DPRD Kota Kendari tersebut hanya menderita penyakit demam yang tidak berhenti. Jadi ketika mulai terserang demam pihak keluarga langsung membawa ke rumah sakit.

“Kami juga sudah pernah berobat ke rumah sakit Wahidin Makassar, tetapi hasilnya suami saya sakit apa juga tidak diketahui,”jelasnya, di rumah duka, Selasa (1/8/2017).

Pria yang semasa hidupnya pernah menjadi ketua DPC Partai Gerindra Kota Kendari ini meninggalkan satu orang putra, tiga orang putri dan satu orang istri.

Djayadi Zaid yang lahir di Palu 24 Juni ini ketika menjadi anggota DPRD Kota Kendari periode 2009 – 2014 terkenal sebagai legislator yang memiliki perhatian untuk memperjuangkan masyarakat kota Kendari.

M Yahya mantan rekannya semasa menjadi anggota DPRD Kota Kendari mengungkapkan, almarhum Djayadi Zaid merupakan politisi yang memiliki kemampuan dalam menganalisa proses penganggaran saat pembahasan APBD.

Djayadi Zaid kenang Yahya, senantiasa akan menentang keras ketika ada sebuah program yang di masukkan dalam APBD Kota Kendari.

Sementara itu anak sulung Djayadi Zaid, Nindya Larasati menuturkan, dirinya sangat kehilangan figur bapaknya. Sebab semasa hidupnya, Djayadi Zaid merupakan tempatnya berkeluh kesah.

“Saat bapak saya meninggal saya tidak berada disampingnya. Saat itu saya berangkat ke Makassar karena siangnya saya melihat kondisi bapak saya baik-baik saja. Hal ini pula yang membuat saya sangat menyesal,”ujarnya. (B)

 

Reporter : M Rasman Saputra
Editor : Tahir Ose

Tagged with:
DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free