Tampilan Desktop

Seleksi Penerimaan Paramedis Desa di Kolaka Rawan Manipulasi
40 Dibaca

Seleksi Penerimaan Paramedis Desa di Kolaka Rawan Manipulasi

Ilustrasi

 

ZONASULTRA.COM, KOLAKA– Seleksi penerimaan tenaga medis untuk desa dalam program Gerakan Masyarakat Mandiri (Gemari) yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPM PD) Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), dianggap rawan terjadi praktek manipulasi berkas.

Budiman, salah seorang pendaftar dari desa Tikonu, mengaku mendapat perlakuan tidak adil yang dilakukan oleh kepala desa (Kades) Tikonu saat mengikuti proses seleksi itu.

Sebab sesuai aturan, mereka menyerahkan berkasnya kepada kades, kemudian kades meneruskan ke BPMPD untuk diverifikasi berkas bekerjasama dengan dinas kesehatan.

Namun sayang, saat pengembalian berkas mereka tidak disampaikan apakah lulus atau tidak, tapi kades menelpon satu orang bidan dan seorang perawat sesuai keinginan kades untuk tes wawancara di BPMPD, sekaligus dianggap lolos berkas.

“Kami tidak mempersoalkan lulus atau tidak. Tapi paling tidak sampaikan kepada kami kalau memang tidak lulus berkas, jangan hanya orangnya kades yang ditelepon ikut tes wawancara,” ungkap Budiman di Kolaka, Selasa (12/4/2016).

Budi mengaku dirinya dan puluhan pendaftar dari desa lain yang juga merasa dirugikan sudah pernah mempertanyakan masalah itu di kantor BPMD pada hari Minggu (10/4/2016) lalu, dimana saat itu tengah berlangsung tes wawancara untuk seleksi itu. Namun tidak mendapat jawaban.

Menurut Budi, saat ditanyakan pada Kades, di‎jawab bahwa dari pihak BPMPD lah yang memerintahkan Kades untuk memilih dua orang perawat dan bidan untuk ikut tes, sekaligus itulah yang lulus berkas. Tapi sayang mengumuman siapa yang lulus tidak ada.

Menanggapi hal itu, Kepala BPMPD Kolaka Akbar mengatakan, ‎untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, pihaknya merekrut perawat dan bidan desa yang diangkat oleh kades setempat. Sedangkan BPMPD Kolaka hanya membantu memfasilitasi layak atau tidaknya orang ini menjadi perawat dan bidan desa.

“Jangan sampai hanya karena keluarganya, tapi tidak memenuhi syarat. Setelah itu layak tidak layaknya dikembalikan dan kades lah yang memilih yang memenuhi syarat,” ujarnya.

Dalam seleksi ini pendaftaran dilakukan melalui kades yang mengetahui warganya. Setelah kades menyerahkan berkas dan diverifikasi ternyata yang lulus berkas 5 orang, selanjutnya diserahkan kepada Kades siapa yang memenuhi syarat untuk ditempatkan di desa itu, sebab itu menjadi kewenangan Kades, karena merekalah yang akan menggunakan tenaganya.

“Kami tidak tahu itu kalau Kades hanya menghubungi satu-satu orang,” katanya. (C)

 

Penulis : Abdul Saban
Editor  : Rustam

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com