Tampilan Desktop


Sembako Naik, Alasan Sopir Angkot di Kendari Ogah Turunkan Tarif
12 Dibaca

Sembako Naik, Alasan Sopir Angkot di Kendari Ogah Turunkan Tarif

Ilustrasi

 

ZONASULTRA.COM,KENDARI– Meski pemerintah telah menurunkan harga BBM per 1 April 2016 lalu, tak lantas membuat tatif angkot di kota Kendari turun.

Para sopir berdalih, sekalipun harga BBM turun namun, harga sejumlah barang pokok masih tetap naik. Kondisi ini pun dinilai tak seimbang, lantaran penurunan.”Kita bingung kalau turunnya dikit hanya 5 ratus . Kalau turunnya Rp 2 ribu, mungkin ongkos bisa balik lagi ke semula” ujar Rian sopir angkot  trayek Puuwatu-Mandonga.

Saat ini, kata Rian, tarif angkutan bagi umum trayeknya Rp 5 ribu per orang, dan bagi kalangan mahasiswa serta peelajar sebesar Rp 4 ribu. Tingginya setoran pemilik angkot sebesar menjadi alasan bagi Rian ogah menurunkan tarif angkutan.

Hal yang sama diungkapkan Edi, sebenarnya para sopir angkot pasti akan patuh terhadap kebijakan pemerintah. Namun mereka berharap pemerintah ikut memikirkan nasib para sopir. “Tolong pemerintah pertimbangkan nasib kami. Tolong lihat situasi dan kondisi di lapangan.”

Edi mengatakan, meski tarif angkot tidak diturunkan, keuntungan sopir angkot sangat minim. Keuntungan itu pun tidak ada harganya dibanding naiknya sembako yang terus memuncak akhir-akhir ini. “Jadi intinya kami minta supaya tarif angkot tidak diturunkan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Kendari, Asrun yang ditemui Senin mengatakan, sejogyanya tarif angkot memang disesuaikan dengan turun dan naiknya harga premium. Namun dengan kondisi yang ada saat ini dirinya akan kembali melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Ya, kan tarif angkot itu fleksibel lah,” kata Asrun seusai sambutannya dalam acara Musrenbang, di Grand Clarion Kendari.

Sementara itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari mengimbau pemilik angkutan di Kota Kendari mematuhi Surat Keputusan (SK) Walikota no 1542 tahun 2015. Sebab dasar munculnya SK 1542 tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara pemilik angkutan kota, organda dan pemerintah kota Kendari.

Kepala Bidang Darat Dishub Kota Kendari, Agus Sutarto mengatakan, dalam SK nomor 1542 tersebut sudah sangat jelas pengaturan tarif angkutan dengan harga BBM. Jadi menurutnya tak ada alasan para sopir tidak menurunkan tarif angkutan.

“Dengan turunnya harga BBM per 1 April maka tarif Angkot yang mesti diterapkan saat ini adalah Rp 4 ribu untuk umum dan Rp 3 ribu untuk pelajar/mahasiswa. Tarif ini pun telah tercantum dalam SK nomor 1542,” jelasnya. (A)

 

Penulis : Ilham Surahmin
Editor : Tahir Ose

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com