Sembilan Anak di Lagasa Terserang Ispa Akibat Debu Proyek Jalan

Sembilan Anak di Lagasa Terserang Ispa Akibat Debu Proyek Jalan
BLOKIR JALAN - Beberapa warga Lagasa yang melakukan pemblokiran jalan. Puluhan warga di Desa Lagasa Kelurahan Bahari I, Kecamatan Duruku, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, mengaku setiap hari harus terpapar debu. (CR5/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RAHA – Puluhan warga di Desa Lagasa Kelurahan Bahari I, Kecamatan Duruku, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, mengaku setiap hari harus terpapar debu.

Hampir semua sudut rumah, hingga tempat penyimpanan makanan tak luput dari debu karena proyek pengaspalan jalan di wilayah itu. Proyek yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) itu pun menyebabkan sembilan orang anak di Desa Lagasa diserang infeksi saluran pernapasan atas (Ispa) akibat debu.

Kepala Desa Lagasa, Maman Taga mengungkap bahwa kondisi yang dialami warganya akibat proyek pengaspalan jalan yang saat ini masih dalam tahap pengerasan.

“Setiap hari debu ini menjadi konsumsi warga. Sekarang sudah sekitar sembilan orang yang terserang Ispa. Kalau orang dewasa belum ada laporan,” terang Maman, Jumat (12/10/2018).

Dia menjelaskan, bahaya debu di wilayahnya semakin parah, hingga beberapa warga harus mengisolasi rumahnya agar terhindar dari debu yang bertebaran. “Itu debu biar ditempat piring dan makanan dia masuki. Tiap hari kita makan debu. Bikin jengkel juga,” cetusnya.

Selain itu, sebelumnya puluhan warga di wilayahnya menggelar aksi unjukrasa ke Mako Polres Muna agar mendesak pihak kontraktor segera menuntaskan proyek pengaspalan jalan sepanjang 400 meter itu.

“Setiap hari kami kesulitan beraktivitas gara gara debu ini. Kadang kami harus mengungsi ketempat lain. Saya minta pemerintah jangan tinggal diam melihat kondisi seperti ini. Jangan sampai ada korban jiwa baru mereka bergerak,” kesal salah satu warga.

Sementara itu, Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paritongan mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak PU untuk segera menuntaskan proyek tersebut.

Namun untuk mengantisipasi gangguan debu tersebut, pihaknya melakukan penanganan awal dengan menyiram badan jalan. ” Kita akan lakukan penyiraman setiap hari agar debu ini bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Kepala Bidang Bina Marga PU Muna, Aswan berjanji bakal segera menuntaskan proyek pengaspalan jalan tersebut. “Kita akan desak pihak kontraktor untuk segera merampungkan pekerjaan dalam minggu ini. Kita akan pastikan dalam waktu satu minggu,” urainya.(A)

 


Reporter : CR5
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib