Tampilan Desktop


Seorang Wanita Muda di Konut Meninggal Saat Melahirkan di Tangan Dukun
79 Dibaca

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU– Malang nasib Nita (21), warga desa Labungga, kecamatan Andowia, kabupaten Konawe Utara (Konut). Wanita mudah ini harus meregang nyawanya di tangan seorang dukun beranak saat hendak melahirkan anak pertamanya dari buah perhikannya dengan Budi Haryono.

Nita meninggal dunia setelah mengalami pendarahan yang cukup hebat. Ia sempat dilarikan di rumah sakit setempat, namun nyawanya tidak tertolong lagi akibat kehabisan darah.

Ilustrasi

Ilustrasi

Hasna, ibu korban menuturkan anaknya yang awalnya mengalami sakit perut dikarenakan akan melahirkan, Senin malam (6/6/2016). Orang tua Nita langsung bertindak dengan memanggil dukun beranak, karena bidan desa yang bertugas di wilayah itu tak berada di tempat, melainkan berada di desa Wanggudu, kecamatan Asera.

“Saya panik mi juga itu malam, soalnya sakitmi perutnya anakku mau melahirkanmi, saya tidak ingatmi apa-apa saya langsung panggil mi saja dukun yang tidak jauh dari dari rumahku,” ujar Hasna, saat ditemui di kediamannya, Sabtu, (11/6/2016).

Menurut Hasna, sekitar pukul 20.50 Wita, anaknya (Nita) melahirkan anaknya dengan selamat berjenis kelamin laki-laki. Namun proses persalinan tersebut tak berjalan normal. Nita mengalami kelainan pada persalinanya. Ari-ari (placentanya) tak ikut keluar pada saat proses melahirkan terjadi, sehingga menyebabkan sakit perut yang luar biasa disusul pendarhan hebat.

“Pas kejadian itu kita langsung telepon rumah sakit kabupaten, sekitar jam 11 malam kita bawa di rumah sakit,” ujarnya.

Akan tetapi usaha untuk menyelamatkan nyawa anaknya tak tertolong lagi. Jeda waktu 10 menit setelah tiba di rumah sakit kabupaten Konut, Nita meninggal dunia.

Sementara itu, bidan yang bertugas di desa Labunga, Fera, mengaku kaget ketika hendak tiba di rumah ibu Hasna dan melihat kondisi Nita sudah mengalami pendarahan hebat. Sontak dirinya yang datang bersama dua orang rekannya Juni dan Sulmi, langsung menginstruksikan untuk segera dirujuk ke rumah sakit kabupaten.

“Itu kan pasien saya. Saya biasa periksa kehamilannya. Terakhir waktu saya periksa, saya titip nomor handphone saya, terus saya pesan supaya kalau mau melahirkan mi telepon saya, tapi ternyata pada saat mau melahirkan saya tidak dihubungi. Saya dihubungi nanti jam 21.30 Wita dan sudah lamami melahirkan,” kata Fera.

Menurut bidan desa yang baru bertugas 5 bulan di desa Labungga ini, setibahnya di rumah sakit, Nita langsung dirujuk ke UGD ruang persalinan dan diberikan bantuan oksigen 02, namun usahnya sia-sia. Nita meninggal dunia karena kehabisan darah.

Atas kejadian ini, Surudin ayah Nita menerima dengan ikhlas kepergian anaknya tanpa menyalahkan siapa-siapa.

“Kita juga ini sebagai orang tua almarhumma Nita, mengaku salah karena tidak menghubungi bidan desanya atau bidan-bidan yang ada di sini. Ini bukan kesalahan bidan, ini kesalahan kami keluarga karena kita sebelumnya sudah dipesan sama bidannya untuk menghubungi, tapi kita abaikan. Kami terima dengan ikhlas,” ungkap Surudin, dengan nada sedih.

Kejadian ini telah menambah daftar panjang kasus ibu hamil mati melahirkan di tangan dukun. Masyarakat Konut mengharapkan agar pemerintah segera menangani persoalan tersebut untuk segera mengeluarakan peraturan yang melarang dukun untuk melakukan tindakan pertolangan persalinan tanpa didampingi bidan yang suda menjadi profesinya. (C)

 

Penulis : Jefri Ibnu
Editor : Rustam

View all contributions by

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com