Tampilan Desktop

Sidak DPRD Konut, Pasar Sentral Lahimbua Belum Layak Pakai
29 Dibaca

Sidak DPRD Konut, Pasar Sentral Lahimbua Belum Layak Pakai

SIDAK PASAR LAHIMBUA-Wakil Ketua DPRD Konawe Utara Sulawesi Tenggara (Sultra), I Made Tarubuana bersama Ketua Komisi I, Rasmin Kamil, Sekretaris Komisi II, Saprin, Ketua Komisi III, Samir dan sejumlah anggota DPRD setempat saat melakukan sidak di pasar sentral Lahimbua Desa Lahimbua Kecamatan Andowia, Selasa (12/4/2016). MURTAIDIN/ZONASULTRA.COM

 

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Pasar sentral Lahimbua yang terletak di Desa Lahimbua Kecamatan Andowia Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) belum layak digunakan. Pasalnya, masih ada beberapa fasilitas los yang belum sempurna. Diantaranya, halaman pasar masih menumpuk timbunan dan masih ada yang digenangi air, kerang-kerang air yang belum tertata,

Hal itu terkuak saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konut melakukan sidak dan memantau langsung kondisi pasar tersebut, pada Selasa (12/4/2016). Pemantauan kondisi pasar tersebut melibatkan Wakil Ketua, I Made Tarubuana dan tiga unsur pimpinan komisi. diantaranya, Ketua Komisi I, Rasmin Kamil, Sekretaris Komisi II, Saprin dan Ketua Komisi III, Samir serta sejumlah anggota dewan.

“Jika ini terus dipaksakan untuk digunakan, maka akan menimbulkan ketidakrapian. Apalagi mengingat pasar sentral Lahimbua merpakan satu-satunya aikon pasar yang dimiliki Kabupaten Konawe Utara,” kata Ketua Komisi I, Rasmin Kamil.

“Belum lagi temukan, bayangkan penjual dipasar mau mengatur sesama temannya. Dan itu tidak akan pernah ketemu. Mestinya, harus ada pengurus pasar yang dipercayakan pemerintah, itulah yang akan mengatur,” lanjutnya.

Bahkan lebih jauh, politisi PKB itu mensinyalir ada indikasi serah terima pasar Lahimbua oleh pemda dipaksakan atau bisa jadi dilakukan serah terima dalam bentuk PHO, namun masih ada beberapa item-item pekerjaan yang belum sempurna.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Komisi II, Saprin. Pihaknya menemukan banyak kejanggalan penggunaan pasar tersebut. Hal pertama adalah fisik bangunan itu sendiri yang belum sempurnah.

Ia menambahkan, dari 42 los yang ada, sistem pembagiannya terjadi ketidakadilan. Dirinya menemukan sejumlah masyarakat yang ingin berusaha namun tidak kebagian tempat (Los). Semestinya, pemda melalui Dinas Perindakop dan UKM melakukan transparansi sebelum melakukan pembagian tempat.

Akibatnya ketidakadilan pembagian Los, maka sejumlah masyarakat terpaksa membangun tenda sendiri sebagai tempat berjualan. Sehingga mengakibatkan munculnya kekumuhan yang dianggap merusak tujuan pembangunan pasar yang bersifat tradisional modern.

“Halamannya belum rata dan masih berantakan. Pokoknya saya melihat masih banyak pekerjaan tambahan yang harus dilakukan. Masa baru diserahkan sudah ada yang jatuh parlponnya, tiang-tiangnya dikerjakan tidak profesional, tempat mau parkir mobil belum rata,” ujar Saprin.

Menindaklanjuti hasil sidak tersebut, DPRD Konut melayangkan surat panggilan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala Desa Lahimbua, Camat Andowia dan Kepala Dinas Perindakop dan UKM pada Rabu besok (13/4/2016).

Sebelumnya, pasar Pasar sentral Lahimbua, Konut telah diresmikan oleh Bupati Aswad Sulaiman, Rabu lalu (6/4/2016) dan telah mulai digunakan oleh sejumlah penjulal. (B)

 

Penulis : Murtaidin
Editor   : Kiki

DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com