Tampilan Desktop


Sidang Lanjutan Purbatin, Hakim Temukan Fakta Baru
61 Dibaca

KENDARI, BKK – Purbatin, terdakwa kasus dana hibah pemilihan walikota (Pilwali) Kota Kendari tahun 2012, Kamis (31/3/2016) kembali menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Kendari, terkait dugaan korupsi .

Mantan Bendahara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari itu menjalani persidangan dengan agenda putusan oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Purwanto S, Abdulah SH dan didampingi Yoen Eferi SH MH selaku hakim anggota.

Namun, persidangan yang digelar oleh Pengadilan Tipikor Kendari itu batal dilakukan karena majelis hakim mempermasalahkan uang pengganti yang dibebankan kepada Purbatin Haddi saat sidang tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herlina SH dari tim jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari senilai Rp 76 juta sementara kerugian negara berjumlah Rp 1,3 miliar.

Usai Ditetapkan Tersangka, Bupati Konut Langsung Dicekal

Ilustrasi

“Kenapa uang pengganti kerugian negara yang dibebankan kepada Purbatin senilai Rp 76 juta sementara kerugian negara itu Rp 1,3 miliar, apakah uang itu bagian dari Rp 1,3 miliar” tanya majelis hakim kepada JPU saat persidangan dimulai.

Selain itu, majelis hakim juga mempersoalkan pembuktian pembelaan dari Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Supriadi SH pada persidangan pembelaan sebelumnya, terdapat fakta baru bahwa ada bukti kwitansi ditemukan senilai Rp 125 juta yang diserahkan dengan atas nama Udin Yusuf selaku atasan langsung bendahara.

Mendengar hal tersebut, JPU, Herlina SH menjawab apa yang menjadi pertanyaan pihak hakim.

“Iya majelis, itu bagian dari kerugian negara Rp 1,3 miliar, sesuai dengan fakta persidangan sebelumnya bahwa Rp 1,3 miliar dicairkan oleh Syam Abdul Jalil lalu disimpan kerening pribadi Syam,” tuturnya.

Namun, pihak majelis hakim tetap menunda persidangan tersebut.

Usai sidang, JPU Herlina SH mengatakan, uang yang dibebankan kepada terdakwa Purbatin senilai Rp 76 juta itu merupakan sisa kerugian negara dari jumlah Rp 1,376 juta.

“Uang pengganti Rp 76 juta itu bagian dari hasil kerugian negara yang secara keseluruhan kerugian negara itu senilai Rp 1,376 juta,” ungkapnya.

Mengenai bukti kwitansi baru itu, sambung Herlina, uang Rp 125 juta atas nama Udin Yusuf, belum diketahuinya karena sebelumnya pihaknya sudah menanyakan langsung kepada Purbatin sapa yang menyerahkan uang tersebut.

Ditempat yang sama, terdakwa, Purbatin Haddi mengaku, tidak mengetahui siapa yang menyetor uang sejumlah Rp 125 juta kepada Udin Yusuf.

“Bukan saya yang menyetor uang itu, saya sama sekali tidak mengetahui sapa yang menyetor uang tersebut kepada Udin Yusuf, dikwitansikan yang bertandatangan Udin Yusuf sendiri,” tukasnya.

 

Penulis : Randi
Editor   : Kiki

JN ZonaSultra

View all contributions by JN ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com