Tampilan Desktop

Sidang Pra Peradilan, Kuasa Hukum Pemohon: Polisi Tidak Mampu Menjawab Permasalahan
173 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Sidang pra peradilan terhadap kepolisian sektor (Polsek) Baruga, Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (25/1/2016) terus berlanjut dengan agenda pembacaan putusan sela di Pengadilan Negeri Kendari.

Penyidik Polda Sultra Kembali Periksa Saksi Ahli Kasus Jeti Morosi

Ilustrasi

Sidang kali ini berlangsung singkat. Pasalnya kuasa hukum Utalati selaku pemohon pra peradilan yang juga merupakan istri dari Dwi Bramancho, meminta agar sidang dilanjutkan pada, Selasa (26/1/2016).

Dalam sidang tersebut, pihak Polsek Baruga menyebutkan bahwa proses penangkapan Dwi Bramancho telah sesuai peraturan Kabareskrim Polri yang menyebutkan jika proses penangkapan tidak harus disertai surat perintah penahanan. Selain itu, dengan alasan tempat tinggal pelaku yang tidak menentu dan berpindah pindah, maka dikhawatirkan pelaku akan melarikan diri sehingga pihaknya melakukan penahan.

Kuasa hukum Utalati, Andre Darmawam mengatakan, keterangan pihak Polsek Baruga, secara substansi dinilai tidak mampu menjawab apa yang menjadi permasalahan kliennya.

“seperti kenapa tiba tiba ada penangkapan, dasarnya penangkapan apa. Mereka tidak bisa menerangkan, mereka membantah dalil dalil kita yang dalam penyidikan itu tidak perlu dilakukan penangkapan. Dasarnya itu surat keputusan Kabareskrim sementara kita menyatakan kemarin bahwa berdasarkan peraturan Kapolri” ujarnya.

Rencananya sidang akan kembali dilanjutkan pada, Selasa (26/1/2016) besok.
Sebelumya, kepala kepolisian sektor (Polsek) Baruga menjalani sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri (PN) kelas II A Kendari, terkait penangkapan yang dilakukan pihaknya terhadap Dwi Bramancho, (17/12/2015) lalu yang diduga melakukan penipuan kepada AKBP Darmono.

Utalati selaku pemohon pra peradilan yang juga istri dari Dwi Bramancho mempermasalahkan proses pengkapan yang dilakukan pihak Polsek Baruga karena tidak disertai surat penangkapan dan terkesan tiba-tiba.

Andre Darmawan selaku kuasa hukum Utalati mengatakan, secara garis besar pihaknya mempermasalahkan proses penangkapan, dimana dilakukan secara tiba-tiba hanya berselang beberapa jam setelah pihak kepolisian mendapat laporan dari AKBP Darmono.

“Jadi hari ini melapor hari itu juga ditangkap, bahkan mungkin hanya berselang sekitar 1 sampai 2 jam, karena laporannyakan kan tanggal 17 Desember 2015. Dia ditangkap jam 11.00 wita siang itu. Pernyataan kapan dia melapor kan tidak mungkin dia melapor subuh hari, pasti sekitar pukul 09.00 wita atau 10.00 wita pagi, setelah dia melapor langsung dilakukan penangkapan,” kata Andre, Jumat (23/1/2015).

Kalau tertangkap tangan, lanjut Andre, memang harus ditahan dulu karena terbukti tertangkap melakukan tindak pidana. Menurutnya, saat Darmono melapor seharusnya, pihak Kepolisian terlebih dulu harus memeriksa saksi dan bukti-bukti lain untuk menemukan 2 alat bukti. Sebab jika bertolak sesuai peraturan undang undang, penangkapan seseoarang harus berdasarkan 2 alat bukti yang sah.

Redaksi ZonaSultra

View all contributions by Redaksi ZonaSultra

Website: http://zonasultra.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com