Tampilan Desktop

Staf BNNP Sultra Tewas, Diduga “Dikeroyok” Polisi
168 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Jalil (24) Staf Honorer pegawai tidak tetap  bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) Jalil (24), meninggal usai diamankan oleh tim Buru Sergap (Buser) Kepolisian Resor (Polres) Kendari.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kejadian itu bermula, saat tim Buser Polres Kendari mendatangi kediaman Jamil di Kelurahan Tobimeeta, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Senin (6/6/2016) sekitar pukul 00.00 wita. Setibanya dikediamannya, korban lalu diamankan dan digelandang oleh sejumlah aparat polisi berpakaian preman, dengan tuduhan melakukan pencurian serta pemerkosaan di sejumlah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kota Kendari.

“Iya diambil di rumah semalam lalu diikat, terus tadi saya pergi mau coba besuk, mereka katakan bahwa ada perlawanan. Sementara dirumah saja dia diambil dia tidak banyak bicara, malah dia pasrah diikat saja,” tutur, Rahmatia (56) ibu korban saat dihubungi via telepon oleh sejumlah awak media, Selasa (7/6/2016).

Malam itu, lanjutnya, korban baru saja tiba dari lokasi tambang di Morowali, Sulawesi Tengah usai mengantar salah seorang orang rekannya yang akan mengerjakan proyek. Karena merasa letih, korban kemudian memilih untuk bersantai di teras rumahnya, namun tak disangka, sekitar 20 orang aparat polisi berpakaian preman lebih dulu menjemputnya secara paksa.

“Baru semua yang jelek-jelek dituduhkan kepada anak saya, sementara saya tau bagaimana prilaku anak saya. Karena  sudah jadi mayat, segala macam tuduhan dilimpahkan ke dia. Tidak pakaian seragam polisi terus tidak ada surat penangkapan dan tadi jam 5 sudah parah katanya baru di bawa ke Porles,” ungkapnya.

Rahmatiah juga menanyakan, kejangalan anaknya yang dijemput paksa pada pukul 00.00 wita, namun pukul 05.00 wita baru diantarkan ke Polres Kendari. Ia mengungkapkan, sebelum anaknya dinyatakan meninggal di tubuhnya terdapat sejumlah luka lebam dan di kaki ada luka tembak.

“Iya kira-kira dipukul disiksa, bukan di polres kayaknya. Karena mereka bilang nanti sudah dibawah di polres baru ada keluhan, katanya sesak nafas dengan ginjal. Padahal anak saya tidak ada riwayat sakit apapun, katanya curanmor. Tapi tidak terjadi curanmor, katanya hanya penikaman begitu, tapi tidak ada juga barang bukti,” tutupnya. (A)

 

Penulis : Randi Ardiansyah
Editor  : Kiki

View all contributions by

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com