Sultra Tak Miliki Anggaran Mitigasi Bencana

Sultra Tak Miliki Anggaran Mitigasi Bencana
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Kondisi geografis Indonesia yang terletak di cincin api pasifik membuat Indonesia kerap dirundung bencana alam, khususnya gempa bumi. Seperti wilayah Lombok yang dirundung duka akibat gempa, juga yang baru terjadi gempa dan tsunami Palu, Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah (Sulteng) 7,4 magnitudo. Survei menyebutkan gempa yang disusul tsunami di Palu dan Donggala diakibatkan patahan lempeng bumi yang bergerak dan saling mendesak yakni sesar Palu Koro yang memotong wilayah leher Sulteng

Di Sulawesi Tenggara (Sultra) pun terdapat Sesar Lawanopo yang membelah wilayah Sultra dari Malili Sulawesi Selatan hingga ke Tanjung Toronipa. Dimana Sesar ini bisa menjadi ancaman serius bagi masyarakat Sultra.

Dengan kondisi daerah seperti ini, pemerintah harus mampu menyiapkan kebijakan-kebijakan guna meminimalisasi dan menanggulangi bencana yang mungkin terjadi.

Hal ini bisa dilakukan mulai dari pemantapan studi dan kajian kebencanaan, membuat peta potensi bencana, hingga menyiapkan instrumen fiskal untuk penanggulangan dan pemulihan setelah bencana terjadi. Namun sayangnya, pemerintah tidak menyiapkan anggaran untuk hal itu.

“Kita hanya sosialisasi saja, karena untuk membuat mitigasi bencana itu kita tidak punya anggaran. Jadi kembali lagi ke masalah anggaran, kalau kita mau buat jalur evakuasi dan sebagainya,” jelas, Kabid Kesiapsiagaan BPBD Sultra Mustamin, Selasa (9/10/2018).

Mustamin mengungkapkan, sejatinya mitigasi bencana serta pembuatan jalur-jalur evakuasi untuk masyarakat dapat dilakukan oleh BPBD Kabupaten/ Kota. Sebab hal itu, merupakan kewenangan masing-masing daerah.

“Makanya kita memperkecil kemungkinan korban dengan sosialisasi, karena kita mau buat mitigasi itu sekali lagi tidak ada anggaran. Artinya kalau penanganan bencana itu, kalau tidak ada perhatian dari pemerintah dan dewan yah susah,” ucapnya.

Untuk kasus likuifaksi, Mustamin mengaku belum menemukan kasus tersebut di Sultra. Meski demikian dari catatan BPBD Sultra, terdapat 10 ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, gempabumi, puting beliung, banjir bandang, potensi tsunami dan sebagainya.

“Kalau likuifaksi itu belum ada yang kita temukan, biasanya itu terjadi di areal bekas rawa, pinggir sungai, atau di leher-leher sungai. Makanya disini pentingnya peran RT/RW setempat, agar memperhatikan setiap pembangunan yang ada di daerah masing-masing,” harapnya.

Untuk diketahui, Sultra sendiri pernah diguncang gempa pada 2011 silam, itu merupakan gempa terbesar dalam satu dekade terakhir di daerah ini. Bahkan sejarah mencatat, salah satu daerah Sultra yang pernah didera tsunami adalah pulau Buton.

Peristiwa itu terjadi sekitar 1925 lalu. Peristiwa kelam itu tercatat dalam laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kendari. (B)

 


Reporter : Randi Ardiansyah
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib