Surunuddin Berharap Tak Ada Lagi Lakalantas di Konsel

130
MRSF - Bupati Konsel Surunudin Dangga saat melepas balon udara pada acara MRSF di hadapan ribuan masyarakat Konsel, Sabtu (16/3/2019). (ERIK ARI PRABOWO/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, ANDOOLO – Bupati Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) Surunuddin Dangga berharap kegiatan Millenial Road Safety Festival (MRSF) yang digelar Polres Konsel bersama pemda setempat dapat memberikan kesadaran kepada para pengendara, khususnya anak muda sebagai generasi milenial agar tertib berlalu lintas.

“Semoga dengan adanya acara ini kita semua bisa terdidik bagaimana kita berkendara dengan aman juga baik. Saya tidak ingin lagi ada kasus kecelakaan di daerah ini,” kata Surunuddin di hadapan ribuan siswa dan masyarakat yang hadir di acara itu, di Stadion Lababa Silondae Andoolo, Sabtu (16/3/2019).

Surunuddin menjelaskan, kecelakaan lalu lintas merupakan pembunuh kelima di dunia, sedangkan secara nasional kecelakaan merupakan pembunuh nomor dua. Dari data itu, remaja paling rentan menjadi korban kecelakaan. Hampir 60% kecelakaan melibatkan anak muda usia 17 tahun sampai 30 tahun.


(Berita Terkait : Ribuan Siswa di Konsel Tumpah Ruah Meriahkan Acara Millenial Road Safety Festival)

Mantan anggota legislatif Sultra ini juga berharap Konsel mampu menjadi pelopor keselamatan berkendara di masa depan.

Kapolres Konsel AKBP Dedy Adryanto menambahkan, tujuan MRSF ini untuk mengkampanyekan tertib dan menekan pelanggaran berlalu lintas pada generasi milenial. Pasalnya, tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia terbilang tinggi.

Surunuddin Berharap Tak Ada Lagi Lakalantas di Konsel
Bupati Konsel saat merayakan hari ulang tahunnya di sela-sela acara Millenial Road Safety Festival.

“Sedangkan korban kecelakaan lalu lintas paling banyak adalah generasi milenial. Karena itulah kita menggelar kegiatan ini sebagai ajang sosialisasi kepada generasi milenial untuk menekan angka kecelakan lalu lintas,” ujarnya.

(Berita Terkait : Jawab Pertanyaan Bupati, Siswi SMA di Konsel Dapat Hadiah Motor)

Dedy menjelaskan, selama tahun 2018 total pelanggar lalu lintas berjumlah 2.070 orang, dengan rincian 125 dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), sopir angkot 20 orang, dan mahasiswa 263 orang serta lainya 1.673 orang.

“Datanya banyak di kalangan mahasiswa, mereka-mereka inilah sasaran kita dalam kegiatan MRSF tersebut,” terangnya.

Meski tak menyebut secara jelas berapa jumlah lakalantas dan pelanggaran di wilayah itu selama ini, namun dirinya mengakui bahwa selama ini remaja paling rentan melakukan pelanggaran lalu lintas hingga laka lantas. (b)

 


Kontributor: Erik Ari Prabowo
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib