Tampilan Desktop


Taj Mahal dan Gol Gumbaz, Arsitektur Islam yang Mencengangkan Dunia
86 Dibaca

ZONASULTRA.COM – Francois Bernier, seorang wisatawan Perancis populer, pernah berkata makam Taj Mahal harus diberi peringkat lebih tinggi daripada piramida Mesir soal keajaiban dunia. Ia bahkan mengatakan piramida hanyalah tumpukan batu-batu besar yang keindahannya kalah dibandingkan dengan arsitektur Taj Mahal.

Menurut ahli arsitektur Islam, Taj Mahal memiliki begitu banyak kekuatan yang membuatnya masih berdiri menjadi saksi kekuatan arsitektur Islam di India.

“Lotus merupakan simbol Hindu terkemuka yang digunakan di Taj Mahal. Banyak seniman lokal harus terlibat dalam pekerjaan ini. Dengan menara spektakuler, lengkungan dan kubah, sulit untuk mengatakan mana unsur yang paling indah. Setiap bagian sama pentingnya,” kata Ravishankar, ahli arsitektur Islam di India seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (18/7/2015).

Berbicara tentang “Arsitektur Islam di India: Sebuah Presentasi Visual”, sebagai bagian dari materi kuliah bulanan oleh Tamil Heritage Trust, Ravishankar mengatakan, Islam telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di negara dan wilayah di seluruh dunia.

Jejak ini menyebar dengan adanya monumen megah, tinggi dan indah. Tidak hanya monumen, tetapi juga masjid dan makam, yang ditandai dengan arsitektur unik.

Dengan menara, kubah, lengkungan dan desain dalam pola geometris, arsitektur Islam terlihat bersemangat dalam banyak cara. Menurut Ravishankar, orang-orang Roma adalah pembangun pertama yang memahami dan menyadari potensi kubah sebagai ruang interior besar dan didefinisikan dengan baik.

Tetapi, sebagian besar ahli tidak menganggap kubah ini ‘kubah asli’. Beberapa kubah merupakan fitur dari Ottoman. Pemimpin India zaman dahulu sangat baik dalam membuat kubah dengan bentuk setengah hingga tiga buah kubah, seperti pada bangunan Gol Gumbaz.

“Gol Gumbaz di Bijapur (Karnataka, India) adalah kubah terbesar di selatan, ” imbuh dia.

Dibangun sekitar tahun 1626 dan 1656, Gol Gumbaz sangat dipengaruhi penciptaan Taj Mahal. Pola geometris dalam desain memperlihatkan kecenderungan Islam pada pengulangan, keseimbangan dan simetri.

Integrasi geometri dengan efek optik seperti keseimbangan daerah positif dan negatif dilakukan dengan menggunakan warna dan nada.

“Seperti dekorasi Islam lainnya, kaligrafi terkait erat dengan geometri. Proporsi huruf semua diatur oleh matematika. Prasasti yang paling sering digunakan sebagai bingkai bersama dan sekitar elemen utama dari bangunan seperti portal dan cornice. Ini adalah fitur yang hebat dari seni Islam,” tandas Ravishankar.

Taj Mahal adalah sebuah kompleks bangunan dan taman yang ada pada lahan seluas 22,4 hektar. Di dalamnya terdapat air mancur, makam, dan juga kolam yang memanjang. Kontruksinya dimulai pada 1632 Setelah Masehi (SM) atau 1041 Setelah Hijriah (SH) dan selesai pada 1648 SM atau 1058 SH.

Adapun Gol Mumbaz adalah makam Mohammad Adil Shah, Sultan Bijapur. Makam tersebut didirikan pada 1656 oleh arsitek Yaqut of Dabul. Strukturnya berbentuk kubus dengan sisi 47,5 meter. Dengan total luas lahan 1.700 meter persegi, makam ini merupakan salah satu bilik tunggal yang paling besar di dunia.

 

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com