Tampilan Desktop


Tak Punya Ruangan Lab, Siswa di Konut Belajar dalam Gudang
100 Dibaca

Tak Punya Ruangan Lab, Siswa di Konut Belajar dalam Gudang

RUANG KOMPUTER– Kepala sekolah SMPN 2 Molawe Abdul Halik Spd seblah kanan bersama petugas lep komputer kabuapaten Konawe Utara(Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara(Sultra) saat menujukkan ruangan Komputer darurat yang di tempatkan di gudang sekolah sebagai tempat siswa belajara praktek komputer,yang hingga hari ini belum mempunyai Lep Komputer.(JEFRI/ZONASULTRA.COM).

 

ZONASULTRA.COM,WANGGUDU– Sejak empat tahun terakhir ini, siswa SMPN 1 Molawe, Kabupaten Konawe Utara(Konut) Porvinsi Sulawesi Tenggara(Sultra) terpaksa menjalani praktek belajar Teknik ilmu Komputer(TIK) di dalam gudang penampungan barang bekas di sekolah tersebut. Hal itu dilakukan karena saat ini sekolah mereka belum mempunyai Laboratorium komputer.

Kepala sekolah SMPN 1 Molawe, Abdul Halik saat ditemui Kamis (4/2/2016), menuturkan bahwa sekolah yang dipimpinnya belum mempunyai faslitas ruangan Laboratorium. Pihaknya, sudah beberapa kali meminta bantuan ke pemerintah daerah Konut, namun hingga kini tak kunjung terealisasi, tanpa alasan yang jelas.

Untuk itu, dirinya mencari jalan keluar dari masalah ini dengan memanfaatkan gudang penampungan sekolah, sebagai tempat penyimpanan komputer yang berjumlah 37 unit. Tujuannya agar sarana itu aman dan juga sekaligus sebagai ruang tempat praktek TIK para siswa.

“Saya terpaksa menggunakan gudang yang ada di sekolah ini untuk menjadi ruang prakatek belajar komputer buat anak siswa, karena kami sama sekali belum mempunyai Lep dan sudah beberapa kali meminta bantuan,tapi tidak ada respon. yah terpaksa kita pakai ini  gudang saja dari pada tidak ada,” kata Abdul Halik.

Selain itu, sekolah yang jika tampak luar terlihat bagus dipandang dengan jumlah siswa 291 orang, juga belum memiliki bangunan Mandi, Cuci,Kakus (MCK) umum. Padahal hal itu merupakan fasilitas umum yang harus dimiliki tiap sekolah. Begitu juga dengan fasilitas jalan masuk ke sekolah tersebut tergolong parah, lantaran jalan masuk sekolah tergenang air di jika hujan turun.

“Kami juga masih belum mempunyai MCK umum di sekolah, saya juga sudah pernah mengajukan ini ke pemda Konut tapi belum juga ada realisasinya. Jalan di sekolah ini kalau datang mi itu musim hujan berbecek mi jalanan karena di genangi air, saya biasa kalau ada dana BOS turun itu mi biasa saya sisikan untuk beli timbunan,” terang Halik.

Selain dari kekurangan beberapa fasilitas, pihak sekolah juga masih sangat membutuhkan tenaga pengajar dan biaya oprasional untuk di  kegitan ekstrakulikuler, sehingga harus mengambil guru pembimbing dari luar dengan honor Rp 2 jt per- bulan yang diambil dari dana BOS sekolah.

Oleh karena itu, Abdul Halik berharap di 2016 ini dengan terpilihnya bupati yang baru supaya lebih memperhatikan kekurangan di tiap- tiap sekolah yang ada di Konut, agar proses belajar mengajar siswa berjalan lancar sehingga tercipta penerus bangsa yang lebih baik.

 

Penulis : Jefri
Editor : Kiki

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com