Tampilan Desktop


Tak Tahu Nama Presiden Pertama, Penyelenggara Pemilu di Mubar Tetap Lolos
445 Dibaca

Tak Tahu Nama Presiden Pertama, Penyelenggara Pemilu di Mubar Tetap Lolos

Lapor DKPP – La Ode Ramlan saat menyerahkan laporan dugaan pelanggaran kode etik kepada staf Bawaslu Sulawesi Tenggara (Sultra). 5 komisioner KPU Muna Barat dianggap melanggar kode etik pada saat seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). (Muhamad Taslim Dalma/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Berbagai kejanggalan seleksi penyelenggara pemilihan bupati tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Muna Barat diungkap oleh La Ode Ramlan, calon PPK yang tidak lolos 5 besar dari Kecamatan Tikep.

Sejumlah temuan dugaan pelanggaran kode etik 5 komisioner KPU Mubar saat ini dalam proses pelaporan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) melalui Bawaslu Sulawesi Tenggara (Sultra). Komisioner KPU Mubar sebagai penyeleksi dianggap telah meloloskan calon penyelenggara yang tidak berkompeten dan berdasarkan hubungan keluarga.

La Ode Ramlan mengatakan, dugaan pelanggaran banyak terjadi ketika tahapan wawancara yakni ada peserta ketika ditanya tidak mengetahui siapa presiden pertama RI. Anehnya pada saat pengumuman peserta yang tak tahu nama presiden itu lolos 5 besar dan akan segera dilantik menjadi anggota PPK.

“Kita dengar wawancara mereka karena pada saat tes di salah satu gedung kantor KPU hanya dibatasi dinding yang berlubang. Hanya memang rekamannya ada di staff KPU. Itulah nanti yang harus diperdengarkan pada saat sidang DKPP supaya terbuka semua. Saat inikan semua hasil tes disembunyikan,” kata Ramlan ketika menyerahkan laporan di Kantor Bawaslu Sultra, Kendari, Selasa (19/7/2016).

Selain itu, adapula kejadian pada saat wawancara berlangsung peserta berinisial NAP dari Kecamatan Tikep bukannya menjawab pertanyaan malah tertawa. Tak hanya itu, peserta dari kecamatan yang sama yakni SS pada saat tes tertulis berlangsung baru sepuluh menit sudah meninggalkan ruang tes. Pada saat pengawas tes ditanya, ternyata SS banyak tidak mengisi soal tes.

Ramlan melanjutkan, kedua orang tersebut (NAP dan SS) menjadi aneh ketika tiba-tiba diloloskan 5 besar untuk PPK Kecamatan Tikep. Dugaan pelanggaran kode etik semakin kuat juga karena banyaknya kelurga 5 komisioner KPU yang lolos menjadi anggota PPK di Mubar.

“Kalau dilakukan tracking (dirunut) terhadap nama-nama PPK dan PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang akan dilantik merupakan kerabat dekat ketua dan anggota KPU Muna Barat (Awaluddin Usa, Alirun Asa, Al Munardin, Taufan, dan La Ode Fatahuddin),” ujar Ramlan. (B)

 

Reporter : Muhamad Taslim Dalma
Editor: Jumriati

DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com