Tampilan Desktop


Terancam Gugur, Timses Balon Rusman-Malik Demo Pleno Penetapan Cabup Muna
23 Dibaca

ZONASULTRA.COM, RAHA – Tim sukses (Timses) pasangan bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Muna periode 2015-2020, Rusman Emba- Malik Ditu, menggelar aksi unjuk rasa dikantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muna, Senin (24/8/2015) sekitar pukul 11.00 Wita.

Aksi demonstrasi dilakukan untuk mengawal tahapan  pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang sedianya hari ini melaksanakan rapat pleno penetapan pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Muna. Namun, pencalonan  Rusman-Malik  terancam gugur, akibat polemik kekurangan adminitrasi surat keterangan tidak dalam tanggungan utang dari Pengadilan Negeri (PN) Raha. (Artikel terkait: Rusman-Malik Berpotensi Gugur, KPU Muna: Belum Ada Instruksi KPU RI)

Sirajuddin Haq, penanggung jawab lapangan dalam orasinya meminta KPUD Muna berkerja profesional tidak main main mengambil keputusan dalam menetapkan paslon. Pasalnya, timses Rusman-Malik yang diusung  Partai Demokrat, PDIP,  PPP (versi Suryadama Ali) dan Partai Golkar (versi Agung Laksono), mengklaim berkas administrasi pendaftaran pasangan berakronim Rumah Kita  itu, telah lengkap sehingga layak untuk maju bersaing dalam Pilkada Muna tahun ini.

“Tanggal 7 Agustus berkas administrasi pasangan Rusman-Malik lengkap dan memenuhi syarat sesuai berita acara yang telah dicheck list oleh KPUD Muna, “ujar Sirahuddin dari balik pengeras suara.

Berdasarkan berita acara tersebut, timses Rusman beranggapan tidak ada alasan bagi KPUD menggugurkan pencalonan anggota DPD RI itu menuju Muna 01.

demo timsesPerkembangan selanjutnya yang menyebutka bahwa masih ada kekurangan di berkas administrasi, menurut Nurhayat Fariki salah seorang orator, tercium kental aroma kongkalikong yang berujung untuk menggagalkan pencalonan Rusman. Serangkaian upaya dan komunikasi yang dilakukan timses untuk melengkapi kekurangan menemui kegagalan.

“Tanggal 7 Agustus jam 22.00 Wita saat dikantor KPUD semua berkas administrasi lengkap dan sah. Sebelum batas akhir penyetoran berkas diinformasikan ada yang kurang. Kita hubungi ketua PN, dia menolak bertanda-tangan, alasannya bukan jam kantor. Besoknya, kami bertemu dengan ketua PN Raha bersama komisioner KPUD, saat itu, ketua PN bertanya sama komisioner KPUD, bisakah surat tersebut ditanda-tangan, namun KPUD melarang tanda-tangan. Tanggal 9 kami secara resmi bersurat ke PN tapi ketua PN sudah keluar daerah. Konspirasi apa ini?, “urai Yayat begitu dia kerap disapa.

Hingga berita ini diturunkan, atas mediasi aparat kepolisian, perwakilan massa unjuk rasa menggelar pertemuan tertutup dengan lima komisoner KPUD Muna.

Adapun rapat pleno tertutup penetapan pasangan calon dikantor KPUD Muna hingga pukul 12.30 Wita belum dimulai.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com