iklan zonasultra

Tercatat Muri, Kasuami Setinggi 2,5 Meter di Kendari Food Festival

Tercatat Muri, Kasuami Setinggi 2,5 Meter di Kendari Food Festival
KASUAMI TERTINGGI - Makanan tradisional khas Sulawesi Tenggara (Sultra), kasuami setinggi 2,5 meter, dan diameter 180 cm di Kendari Food Festival (KFF) berhasil tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri). (Lukman Budianto/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Makanan tradisional khas Sulawesi Tenggara (Sultra), kasuami setinggi 2,5 meter, dan diameter 180 cm di Kendari Food Festival (KFF) berhasil tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri).

Makanan khas daerah Buton, Muna dan Wakatobi ini dibuat dalam waktu 11 jam. Dibuat dari pukul 06.00 Wita hingga 18.00 Wita. Dalam proses pembuatannya, Kasuami berbentuk tumpeng itu menghabiskan satu ton singkong.

Penasihat Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI) Sultra, Nurmasnsyah Suryo mengatakan pembuatan kasuami tersebut melibatkan 50 orang. 30 orang dari PCPI Sultra, dan 20 pelajar dari SMK 3 Kendari Jurusan Tata Boga.

“Ini tercatat di Muri dengan jumlah peserta yang paling sedikit. Kita cuma 50 orang untuk menyelesaikan ini dan Alhamdulillah tercatat di Muri,” kata Nurmansyah di lokasi KFF, kawasan eks MTQ Kendari, Minggu (2/11/2018).

Nurmansyah mengaku mendapatkan tantangan dalam proses pembuatan tumpeng kasuami ini, beberapa kesulitan yang dihadapi oleh Nurmansyah dan timnya adalah proses memasak singkong yang membutuhkan waktu lama. Kesulitan lainnya adalah proses menyusun kasuami menjadi tumpukan setinggi 2,5 meter.

Perwakilan Muri, Triono mengatakan, seluruh syarat yang ditetapkan Muri telah dipenuhi sehingga bisa tercatat dalam rekor Muri.

“Hasil pengukuran kami kasuami yang berhasil dibuat ini sudah memenuhi kriteria yang kami siapkan. Bagi penyelenggara, selamat karena berhasil memecahkan rekor dunia, Indonesia,” jelas Triono.

Wali Kota Kendari Sulkarnain turut menyaksikan pemecahan rekor tersebut. Ia berpesan agar masyarakat Sultra bangga dengan budaya lokal, dan juga makanan khas Sultra.

“Ini bukti kalau kita juga bisa. Dengan ini saya berpesan agar kita tetap bangga dengan makanan khas di Sultra,” jelas Sulkarnain.

Untuk diketahui kasuami merupakan makanan pokok tradisional masyarakat Sultra yang bermukim di kepulauan seperti suku Buton dan Muna. Ubi kayu yang diparut dan hasil parutan tersebut harus diperas untuk menghilangkan kadar airnya. Hasil akhir akan berupa kaopi atau semacam ampas. Inilah yang menjadi bahan baku kasuami. Tepung kaopi akan dimasukan dalam cetakam berbentuk kerucut yang dianyam menggunakan daun kelapa. Cetakan yang telah berisi kaopi selanjutnya dikukus. Umumnya kasomi disantap bersama degan hasil laut sperti ikan asin atau ikan bakar.

 


Kontributor : Lukman Budianto
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib