Tiba di Kendari, Ali Mazi Langsung ke Rujab

Tiba di Kendari, Ali Mazi Langsung ke Rujab
ALI MAZI - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi tiba di di Bandara Lanud Haluoleo, Selasa (11/9/2018). (Randi Ardiansyah/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi akhirnya tiba di Bumi Anoa, Selasa (11/9/2018). Menempuh perjalanan dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama dua jam, gubernur yang dilantik 5 September 2018 itu tiba di Bandara Lanud Haluoleo, sekira pukul 13.10 Wita.

Ali Mazi dan rombongan menggunakan pesawat jet khusus milik Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat. Sesaat setelah pesawat itu mendarat, dari perut burung besi itu, sang gubernur terlihat keluar menggunakan uniform putih, pakaian serupa yang digunakanya saat pelantikan.

Tiba di Kendari, Ali Mazi Langsung ke Rujab

Saat menjejak tanah Sulawesi Tenggara, Ali Mazi disambut Wakil Gubernur, Lukman Abunawas yang juga menggunakan pakaian serba putih. Pengalungan bunga terhadap keduanya dilakukan.

Istri Ali Mazi, Agista Ariany Ali Mazi di dampingi Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas beserta istri, menjemput langsung Ali Mazi di tangga pesawat.

Ali Mazi pun lalu menapaki karpet merah yang sudah di bentangkan khusus untuknya, menuju tempat prosesi penyambutan dengan menggunakan adat Suku Tolaki.

Ali Mazi sendiri, bertolak dari Kupang, NTT sekira pukul 11.00 wita, dengan di dampingi sejumlah petinggi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), seperti Ketua Nasdem Sulawesi Selatan serta Ketua Nasdem Sulawesi Tengah

Tiba di Kendari, Ali Mazi Langsung ke Rujab

Dari pantauan awak zonasultra.com, usai melakukan acara penyambutan di Bandara Lanud Haluoleo, Ali Mazi bersama dengan Lukman Abunawas lalu di arak menggunakan mobil sunroof, Jeep Millys Rubbicon menuju rumah jabatan Gubernur Sultra.

Kepala Dinas Kominfo Sultra, Kusnadi menjelaskan, jika awalnya arak-arakan gubernur dan wakil gubernur akan berkeliling dalam Kota Kendari. Akan tetapi, kondisi yang tidak memungkinkan, hingga rute yang sebelumnya mengarah ke Kota Lama, di alihkan langsung menuju rumah jabatan.

“Di rumah jabatan, di tangga rumah pak gubernur akan di sambut menggunakan adat Buton. Setelah itu melakukan Haroa atau sukuran,” jelasnya.(A)

 


Reporter : Randi Ardiansyah
Editor : Abdi MR

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib