Tampilan Desktop


Tingkatkan Jiwa Nasionalisme, Koramil Hadirkan Drama Kolosal
44 Dibaca

ZONASULTRA.COM, BURANGA– Dalam meningkatkan jiwa nasionalisme dan mengingat kembali perjuangan merebut kemerdekaan, Koramil 1416-04/ Kulisusu bekerjasama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), menampilkan drama kolosal perjuangan merebut  kemerdekaan.

Drama tersebut ditampilkan setelah upacara pengibaran bendera merah putih  yang dilaksanakan di Stadion Bahteramas Butur, Senin (17/8/2015).

Terbentang diantara dua benua dan dua samudera, sebuah negeri yang subur, makmur, indah nan rupawan. Negeri yang kaya raya akan sumber daya alam yang melimpah. Rakyat yang terkenal dengan lemah lembut dan berbudi luhur yang memiliki ciri khas gotong royong. Hidup makmur, damai dan tentram di negeri yang dikenal dengan nusantara. Itulah sepenggal back sound Drama yang mengawali adegan drama itu diiringi dengan berkibarnya beberapa bendera merah putih yang dibawa sejumlah siswa di lapangan.

Namun, pengibaran bendera itu tidak berlangsung lama, seiring dengan datangnya kolonial Belanda yang begitu rakus ingin menguasai negeri Indonesia, tepatnya diawal Abad XVII pada tahun 1602. Mereka menindas, menyiksa bahkan tidak segan-segan membantai rakyat jelata.

“Ampun, ampun, ampun, aduh, ampun, aah, ampun,ampun,ampun” teriakan peserta drama sebagai rakyat yang ditindas dan disiksa oleh kolonial Belanda.

Penyiksaan itu terus berlanjut selama 350 tahun, yang digambarkan dengan pasukan puluhan Kolonial Belanda yang diperankan oleh siswa SMA. Begitupun rakyat Indonesia diperankan oleh siswa siswi SMA.

Negeri yang damai itupun telah berubah menjadi petaka, kemiskinan dan kelaparan terjadi kemana-mana.

kolonial belandaHingga akhirnya pada suatu ketika, lahirlah pemuda yang begitu cerdas dan pekerja keras. Dialah pemuda Sukarno. Tiga hari setelah kekalahan Jepang dari sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 setelah melalui perjuangan yang begitu panjan maka muncul Soekarno yang diperankan oleh Serka Mase anggota Koramil Butur. Soekarno dengan gagah berani dan diikuti dengan rakyat pejuang dibelakangnya, mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Setelah Soekarno membacakan teks Proklamasi, disambut suka cita oleh rakyat di seluruh negeri. Laki-laki, perempuan tua maupun muda semua rakyat bergembira menyambut datangnya kemerdekaan.

Namun kemerdekaan yang baru seumur jagung tiba-tiba dikejutkan dengan datangnya kembali Belanda bersama NICA yang ingin menjajah dan menguasai Indonesia. Berita inipun disambut dengan kemarahan oleh seluruh Rakyat Indonesia.
Rakyat pun kembali mengangkat senjata. Maka pertempuran pun tak terhindarkan.

Lapangan bola Bahteramas berubah menjadi medan pertempuran. Walaupun hanya bersenjatakan bambu runcing, mereka bertempur sampai titik darah penghabisan.
Bumi pertiwi kembali menangis, para orang tua kehilangan anak-anaknya. Sehingga, para orang tua bersumpah akan mengusir dan menghancurkan  penjajah merdeka atau mati.

Disaat perjuangan pertempuran, Panglima besar Sudirman menyampaikan pidato yang membakar semangat rakyat untuk bertempur.Pertempuran maha dasyat terjadi diseluruh pelosok negeri, dan penjajah kembali diusir.

Hingga drama itu selesai, nampak semua peserta upacara yang hadir merasa terharu dengan adegan per adegan yang ditampilkan.

“Saya sedih sekali melihat pertunjukan drama tadi,” ujar Iksan salah seorang peserta upacara.

Sementara itu, Danramil 1416 Kulisusu  Mayor Inf Prasetya tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah melihat drama yang ditampilkan berjalan dengan sukses.

“Alhamdulilah semua berjalan sesuai apa yang kita harapkan,” ucap dia yang merupakan penulis drama tersebut.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com