Tampilan Desktop


Tuding Sudah Serobot Tanah Warga, Warga Desa Kabawakole Segel Kantor Desa
97 Dibaca

ZONASULTRA.COM,PASARWAJO – Sejumlah warga Desa Kabawa Kole Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton menyegel kantor desa. Aksi tersebut merupakan buntut kekesalan warga pada kepala desa yang sudah menyerobot lahan warga demi pembangunan kantor desa di sana.

Tuding Sudah Serobot Tanah Warga, Warga Desa Kabawakole Segel Kantor Desa

Ilustrasi

Warga yang terbentuk dalam Tim 19 melalui ketuanya, Rahman mengatakan warga sudah berkali-kali menyampaikan keluhan bahwa lokasi pembangunan kantor desa berada di atas tanah warga, bukan tanah adat yang dihibahkan seperti yang selalu di sampaikan kepala desa.

Menurut Rahman, protes warga desa sudah di lukan sejak dua bulan lalu, namun tak pernah mendapat tanggapan dari aparat desa setempat. Puncak kekesalan warga pada Rabu, 2 Maret 2016, akhirnya menyegel kantor desa.

” Sejak awal sampai sekarang sudah pemasangan batako, kami sudah sampaikan ke Kepala Desa Kabawa Kole jika tanah yang digunakan sebagai kantor desa bukan masuk dalam kawasan tanah adat yang dihibahkan,” jelasnya.

Adapun bukti bila lokasi pembangunan kantor desa masuk bukanlah tanah adat lanjut Rahman, didasari pada hasil pengukuran yang di saksikan kepolisian dan camat setempat, memang membuktikan tanah yang digunakan kantor desa saat sudah menyerobot kawasan tanah warga.

“Kami punya bukti jika tanah yang digunakan kantor desa tersebut milik Waode Mpina bukan tanah hibah seperti yang dikatatan pimpinan balai desa,”ujarnya.

Sertifikat yang dimiliki Waode Mpina sudah ada sejak tahun 1962 sudah memiliki tanah yang dimaksud namun herannya kepala desa masih saja membangun diatas tanah warga padahal nyata milik masyarakat bukan tanah hibah apalagi pembangunan kantor tersebut menggunakan dana desa.

Rahman pun menguraikan persolan sengeketa tanah antara warga dan pemerintah desa setempat warga sampai menyurati bupati Buton Umar Samiun. Sayangnya hingga saat ini belum ada balasan dan tanggapan dari pemda Buton terkait penyelesaian sengketa tanah.

Kades Kabawakole Abdul Kadir menanggapi aksi penyegelan yang dilakukan warganya menepis tudingan warga. Dia meyakini bila lokasi pembangunan kantor desa memang masuk dalam kawasan tanah adat yang sudah di hibahkan.

Untuk penyelesaian persoalan tanah iu, dia pun menyerahkanya pada Sara kamoung atau pemangku adat setempat.

“Setahu kami tanah kantor desa masuk dalam kawasan tanah adat, jadi masalah ini diserahkan kepada Sara,”ujarnya.

Sementara itu Kabag Tapem Setda Buton Waode Hanasiah yang dihubungi via telepon menuturkan pihaknya baru menerima surat dari warga Kabawakole selasa (1/3/2016) lalu sekitar pukul 12.00 wita sehingga pihaknya belum dapat mengambil keputusan.

“Kita sudah punya mekanisme dalam penyelesaian masalah, apalagi surat yang masuk baru siang kemarin, “ujarnya.

Lanjutnya pihaknya juga masih akan menunggu disposisi Bupati Buton untuk menyelesaikan masalah ini sehingga menemukan titik temu namun dia menyayangkan tindakan warga yang sudah menyegel kantor desa padahal saat itu aparat desa tengah melakukan pelayanan.

Dia juga berharap agar camat dapat segera mengambil tindakan atas penyegelan kantor Desa Kabawakole sehingga aparat desa dapat bekerja seperti biasa lagi sementara untuk penyelesaian dari Pemda menunggu disposisi Bupati dahulu.”Kita punya atasan nanti akan kami sampaikan dahulu untuk itu warga sabar menunggu , “ujarnya.

 

Penulis: Suparman Nanang
Editor: Tahir Ose

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com