iklan zonasultra

Uji Keterampilan Ditiadakan, 266 CPNS di Muna Tinggal Tahap Pemberkasan

Ilustrasi
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, RAHA – Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) resmi merilis 266 peserta yang dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Para peserta tersebut kini tinggal melewati tahapan pemberkasan berupa persyaratan yang dibutuhkan oleh BKN.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Muna Rustam mengungkapkan, para peserta yang sudah dinyatakan lolos secara otomatis telah terinput dalam sistem.

“Nilai mereka sudah jelas dan statusnya tidak akan berubah lagi. Tinggal melengkapi berkas saja,” terang Rustam, Selasa (8/1/2019).

iklan zonasultra

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rustam
Rustam

Selain itu, pihak Panselda meniadakan sesi uji keterampilan kepada para CPNS. Kata Rustam, penentuan kelulusan hanya berdasarkan akumulasi dari tes SKD dan SKB.

Secara tegas, pihaknya bakal mengawal penuh pelaksanaan pemberkasan CPNS yang sudah dinyatakan lolos hingga tuntas.

Untuk mengantisipasi adanya permainan, ia pun mengambil langkah tegas dengan memutus rantai pungutan liar (pungli) di tubuh BKPSDM. Bahkan sudah ada dua orang pejabat BKPSDM yang dimutasi karena diduga bermain dalam penerimaan CPNS di Muna.

Dirinya bahkan tegas soal pungli, tak akan mentolerir jika ada oknum BKPSDM yang merusak nama instansi yang dipimpinnya itu.

“Saya tidak mau ada racun yang akan merusak nama saya terlebih lagi nama bupati, karena saya pastikan tidak ada pungli dalam penerimaan CPNS tahun ini. Saya ingin meminimalisir pungli dari berbagai sektor,” jelas Rustam.

Tak hanya soal penerimaan CPNS, dia menegaskan bakal memutus rantai pungli di instansinya. “Saya konsisten, entah itu kenaikan pangkat, KGB, izin belajar, proses perceraian. Semua proses kepegawaian, minimal bisa mengurangi semua potensi pungli,” ujarnya. (b)

 


Kontributor: Nasrudin
Editor: Jumriati
Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib