Tampilan Desktop


Validasi Daftar Pemilih Molor, KPU Sultra Ancam Ambil Alih PSU Muna Jilid II
26 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – KPU Sulawesi Tenggara (Sultra) mengancam akan mengambil alih pemungutan suara ulang (PSU) Muna Jilid II yang akan digelar 19 Juni 2019. Hal itu disebabkan molornya validasi daftar pemilih yang seharusnya sudah selesai pada Senin (13/6/2016) kemarin.

Hidayatullah

Hidayatullah

Ketua KPU Sultra Hidayatullah mengatakan, KPU Muna harus solid dan segera menyelesaikan persoalan data pemilih paling lambat Selasa (14/6/2016) hari ini. KPU pada dasarnya tidak boleh diintervensi oleh siapapun apalagi berkaitan dengan PSU.

“KPU Muna harus tegas soal data pemilih, jangan diulur-ulur karena kepentingan pihak tertentu. Nyatakan diri kalau tidak siap supaya segera diambil alih oleh KPU Provinsi,” kata Dayat, sapaan akrab Hidayatullah di Kendari, Selasa (14/6/2016).

Sejauh ini KPU Muna masih dianggap siap menyelenggarakan PSU. Namun jika sampai 18 Juni 2016 persoalan data pemilih belum juga selesai, maka KPU Sultra otomatis akan mengambil alih PSU Muna Jilid II. Apapun alasannya, kata dayat, PSU 19 Juni harus dilaksanakan dan tidak boleh ditunda.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Muna sudah ditetapkan dan terpakai saat pemilihan 9 Desember 2015 lalu. Sehingga tidak ada lagi penetapan yang baru. Apa yang dilakukan KPU saat ini hanya soal sinkronisasi dan validasi.

Menurut Dayat, molornya validasi daftar pemilih karena masih ada yang salah persepsi, baik internal KPU Muna maupun pasangan calon (Paslon) bahwa bisa mengurangi DPT padahal tidak bisa lagi. Sepanjang masyarakat masih memiliki hak politik maka harus dilayani oleh KPU, terkecuali pemilih tersebut meninggal dunia, fiktif atau terdapat pemilih ganda.

“Surat lurah (yang menjadi pertimbangan MK memutuskan PSU) atau 17 nama pemilih bermasalah sesuai putusan MK, itu bisa saja diabaikan kalau berdasarkan validasi warga itu ternyata memang punya hak politik di 2 TPS yang PSU. KPU harus melayaninya,” kata Dayat.

Untuk diketahui, kandidat pilkada Muna terdiri dari 3 paslon yakni paslon nomor urut 1 Rusman Emba–Malik Ditu (Rumah Kita), nomor urut 2 Arwaha–Samuna dan nomor urut 3 Baharuddin-La Pili (Dokter Pilihanku).

Berdasarkan hasil Pilkada 9 Desember 2015 Dokter Pilihanku unggul 33 suara. Namun hasil itu, digugat oleh paslon Rumah Kita di MK, sehingga diputuskan PSU di 3 TPS yakni di TPS 4 Kelurahan Raha 1, TPS 4 Kelurahan Wamponiki, dan di TPS 1 Desa Marobo.

PSU tersebut berhasil digelar pada 22 Maret 2016. Hasil 3 PSU itu Dokter pilihanku unggul 1 suara. Namun demikian data 321 TPS se kabupaten Muna (setelah ditambah dengan hasil PSU, Rumah Kita unggul 93 suara.

Kini, MK memutuskan untuk PSU jilid II di 2 TPS yakni di TPS 4 Kelurahan Wamponiki dan TPS 4 Kelurahan Raha 1. Salah satu pertimbangan MK memutuskan PSU diulang adalah karena adanya 17 pemilih bermasalah dan berdasarkan surat lurah dari 2 Kelurahan tersebut. (A)

 

Penulis: Muhamad Taslim Dalma
Editor: Jumriati

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com