Tampilan Desktop


Walau Melantai, Pelajar Mts Babul Khaira Watalara Tetap Sekolah
95 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KOLAKA – Sepertinya fasilitas pendidikan yang baik belum bisa dinikmati oleh pelajar Madrasah Tsanawiah (MTs) Babul Khaira Watalara, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebanyak 40 pelajar kelas IX disekolah ini, menerima pelajaran di atas lantai tanpa meja dan kursi. Parahnya, para pelajar itu dipersiapkan untuk mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun depan.

Untungnya, ruang kegiatan belajar (RKB) yang digunakan oleh puluhan pelajar tersebut telah dipasangi ubin keramik, sehingga mereka sedikit merasakan kenyamanan meskipun tak jarang para pelajar mengeluhkan pegal di pinggang lantaran harus menunduk ke lantai saat menulis.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan  MTs Babul Khaira  Andi Muh Saleh mengatakan, aktivitas belajar mengajar dengan melantai itu sudah dilakoni sejak dua bulan terakhir. Sebab, saat penerimaan siswa baru di sekolah teresebut, siswa kelas IX harus merelakan bangku dan kursi digunakan oleh adik kelasnya. Sementara pihak sekolah menitipkan pelajar kelas IX di panti asuhan Purna Karya untuk belajar.

“Dua rombongan belajar (Rombel) yakni kelas IX-a dan IX-b yang kita titipkan belajar di panti, karena kami tidak berkecukupan ruangan. Sementara RKB pelajar kelas VIII-c menggunakan gedung kantor sekolah, yang dibatasi dengan lemari dan tripleks sebagai pembatas ruang dewan guru,” ungkap Andu Muh Saleh kepada zonasultra, Senin (31/8/2015) pagi.

Dia menjelaskan, pelajar MTs Babul Khaira Watalara berjumlah 164 orang secara keseluruhan, di mana kelas VII sebanyak dua rombel, kelas VIII menggunakan tiga rombel dan kelas IX dua rombel dengan keseluruhan tujuh rombel.

 “Tahun kemarin kita sempat memberlakukan belajar sore untuk kelas 9 kerena RKB tidak cukup, kadang kita mengajar sampai jam lima sore,” tambahnya.

Namun lanjut dia, tahun ini pelajar kelas IX tidak lagi merasakan terik matahari siang ketika hendak ke sekolah, sebab mereka masuk pagi meski mereka belajar bukan di dalam pekarangan sekolah.

“Tahun ini tidak ada anak yang masuk siang, karena pihak panti asuhan kasihan melihat pelajar yang masuk siang, sehingga mereka berinisiatif agar menggunakan gedungnya untuk digunakan belajar sementara,” terangnya.

mts babulDia menambahkan, bukan tidak adanya usaha dari pihak sekolah untuk membangun gedung RKB, namun minimnya anggaran sekolah serta tidak adanya bantuan dan perhatian pemerintah yang mengucur di sekolah tersebut.

“Harapan kami dari pihak sekolah, semoga ada perhatian dari pihak lain, utamanya dari pihak pemerintah memberikan bantuan ruang belajar. Kalau bantuan dari pemerintah belum ada, tapi bantuan tahun lalu pernah ada berupa komputer dari pihak PT. Antam. Kalau misalnya ada meja atau kursi yang rusak, kita ambilkan dari dana BOS. Kita sempat mengajukan proposal pembangunan RKB, tapi sampai hari ini belum ada realisasi,” tandasnya.

Salah serorang pelajar kelas 9 MTS Babul Khaira Wataara  Aswinda Darwis mengatakan, menumpang di gedung panti dengan posisi belajar melantai, cukup letih dirasakannya namun  harus pasra agar masa depannya tidak terputus.

“Melantai saat belajar, ada perasaan capek, lelah dan pegal di pinggang, karena kita harus menunduk ke lantai untuk menulis. Tidak sama waktu kami masih kelas dua (kelas 8) kami masih menggunakan meja dan kursi, jadi masih nyaman belajarnya terus bejaranya di kelas sendiri. Sekarang belajar sudah melantai, gedung pun kita harus numpang di panti asuhan,” ungkapnya usai mengikuti proses belajar mengajar.

Dia berharap, agar adik kelasnya nanti tidak bernasib sama seperti dia, yang harus duduk melantai saat menerima materi kelas dari guru. Tentu diharapkan perhatian pemerintah dan pihak terkait untuk pengadaan fasilitas penting di sekolah itu.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com