Tampilan Desktop


Walikota Kendari Komitmen Wujudkan Pertanian Modern
104 Dibaca

Walikota Kendari secara simbolis menyerahkan bantuan alat panen padi pada perwakilan kelompok tani yang ada di kelurahan Baruga dan Kelurahan Labibia, sebanyak 14 unit alat produksi pertanian (Alsin)

PERTANIAN MODERN Р Walikota Kendari secara simbolis menyerahkan bantuan alat panen padi pada perwakilan kelompok tani yang ada di kelurahan Baruga dan Kelurahan Labibia, sebanyak 14 unit alat produksi pertanian. FOTO : ALSIN

 

ZONASULTRA.COM,KENDARI– Walikota Kendari Asrun, berkomitmen meningkatkan kualitas pertanian dengan sistim peralatan modern. Menurutnya, saat ini Sulawesi Tenggara (Sultra) masih kalah saing dengan daerah lain di indonesia, terutama soal peralatan dan sistem pertanian.

“Sistim pertanian kita masih kalah jauh dari daerah lain terutama daerah jawa. Jadi ketertinggalan tersebut disebabkan oleh penggunaan alat teknologi dari pengolahan tanah sampai panen, mereka semua sudah menggunakan teknologi modern,” ungkap Wali Kota Kendari, di lokasi panen raya di Amohalo, Kelurahan Baruga, Rabu (5/10/2016).

Melalui kesempatan itu, Wali Kota Kendari juga memberikan bantuan sebanyak 14 unit alat sistim pertanian (Alsin) berupa mesin pemotong padi dengan kapsitas volume kerja mencapai dua hektar/ hari, kepada seluruh kelompok tani yang ada di Amohalo.

“Saya berharap kepada para gabungan kelompok tani (Gapoktan), agar bisa menggunakan dan menjaga peralatan yang diberikan dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

Walikota Kendari Asrun melakukan panen raya di kawasan persawahan Amohalo kelurahan Baruga dengan menggunakan mesin panen, dari 850 areal sawah di Kota Kendari hanya 720 hektar yang bisa berproduksi tahun ini

PERTANIAN MODERN – Walikota Kendari Asrun melakukan panen raya di kawasan persawahan Amohalo kelurahan Baruga dengan menggunakan mesin panen, dari 850 areal sawah di Kota Kendari hanya 720 hektar yang bisa berproduksi tahun ini. FOTO : ASLIN

Dalam pembagian alat pertanian tersebut, Asrun meminta kepada dinas pertanian kota Kendari agar membuat sebuah unit pelaksana teknis (UPT), untuk mengontrol keberadaan alat- alat pertanian termasuk penanganan kerusakan.

“Jadi saya himbau kepada Dinas pertanian, agar membentuk UPT, untuk mengontrol peralatan termasuk penanganan kerusakan peralatan, karena itu harga suku cadangnya mahal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala dinas pertanian Kota Kendari Zainal Arifin mengatakan, saat ini masih belum berimbang antara jumlah teknologi dengan luasan lahan persawahan yang ada di Kota Kendari.

” Dengan luasan lahan sawah yang ada, namun kita sampai saat ini tergolong tinggi dalam penerapan alat teknologi di Sultra,” kata Zainal Arif.

Ia menambahkan, lahan persawahan untuk Kota Kendari seluas 850 hektar untuk tahun 2016 dengan target produksi 5.100 ton dengan asumsi 6,0/hektar.

“Total produksi musim taman april-september 2016, dari luas tanam 752 Ha, dengan hasil yang diperoleh 4.182 Ton, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil panen yang di dapat termasuk sedikit mengalami penurunan,”jelasnya. (A)

 

Reporter : Hasan
Editor : Kiki

JN ZonaSultra

View all contributions by JN ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com