Tampilan Desktop

Walikota Resmikan Pasar Sentral Wua-wua, Korban Kebakaran Jadi Prioritas
116 Dibaca

Walikota Resmikan Pasar Sentral Wua-wua, Korban Kebakaran Jadi Prioritas

PERESMIAN PASAR – Walikota Kendari Asrun saat meresmikan Pasar Sentral Wua-wua, Selasa (1/11/2016). Dalam upaya menstabilkan kembali aktifitas ekonomi para korban kebakaran Pasar Wua-wua 2010 silam, Asrun berjanji akan memprioritaskan para korban kebakaran untuk menempati pasar sentral tersebut. (Sitti Nurmalasari/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Walikota Kendari Asrun akhirnya meresmikan Pasar Sentral Wua-wua, Selasa (1/11/2016). Dalam upaya menstabilkan kembali aktifitas ekonomi para korban kebakaran Pasar Wua-wua 2010 silam, Asrun berjanji akan memprioritaskan para korban kebakaran untuk menempati pasar sentral tersebut.

Asrun mengatakan, pembangunan Pasar Sentral Wua-wua merupakan upaya Pemerintah Kota Kendari untuk memberikan solusi bagi pedagang tradisional, khususnya para korban kebakaran. Pihaknya akan memberikan peluang yang sama bagi para pedagang.  Tujuannya jelas untuk memajukan perekonomian Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari agar terus meningkat.

Kepala Dinas Perindag Kota Kendari Syam Alam menambahkan, lods yang disediakan di pasar ini cukup menampung seluruh pedagang korban kebakaran sebanyak 400 lebih. Pedagang baru yang ingin berdagang di Pasar Sentral Wua-wua juga bisa membeli lods. Dia mengatakan jika terdapat 1.487 lods untuk para pedagang, terdiri dari 256 lods di lantai satu, 496 lods di lantai dua, lapak untuk pedagang campuran sebanyak 241, pedagang ikan, daging, dan sayur 250 lods dan lapak kuliner sebanyak 46 dan lemari etalase sebanyak 202 buah.

peresmian_pasar_wuawua1“Jumlah yang ada itu dapat menampung baik pedagang korban kebakaran maupun pedagang baru,” katanya

Selain itu, Syam Alam juga mengungkapkan jika dana yang digunakan untuk pembangunan pasar ini sebesar Rp 65,6 miliar yang berasal dari APBD dan APBN.

Sementara itu, Nurhana, salah seorang pedagang yang menjadi korban kebakaran 2010 silam mengakui saat ini ia belum mendapatkan tempat di pasar sentral tersebut. Lokasi yang seharusnya menjadi tempatnya, ternyata kini telah ditempati orang lain. Ia berharap agar pemerintah memberikan solusi terkait permasalahan yang dia alami tersebut.

Acara persemian ini dihadiri beberapa pedagang, pengusaha, SKPD, Kodim, Kepolisian, dan berbagai organisasi lainnya, dan juga turut ditampilkan tari Monotambe dari sanggar Anasepu Sorume. (B)

 

Reporter: Irsan Rano/Sitti Nurmalasari
Editor: Jumriati

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com