Tampilan Desktop


Warga UPT Tolihe Kerasukan Saat Menggelar Aksi Demonstrasi di Kantor Bupati Konsel
16 Dibaca

WARGA KERASUKAN: Tarjiono saat kerasukkan yang sedang mengigit bendera merah putih dan berusaha disembuhkan oleh warga UPT Tolihe yakni Asmir. Kerasukan itu terjadi akibat emosi yang tidak terkendalikan, Senin (25/4/2016). IRFAN MUALIM/ZONASULTRA.COM

WARGA KERASUKAN : Tarjiono saat kerasukkan yang sedang mengigit bendera merah putih dan berusaha disembuhkan oleh warga UPT Tolihe yakni Asmir. Kerasukan itu terjadi akibat emosi yang tidak terkendalikan, Senin (25/4/2016). IRFAN MUALIM/ZONASULTRA.COM

 

ZONASULTRA.COM, ANDOOLO–  Dua orang warga Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Tolihe Kecamatan Palangga, yang turut serta dalam aksi unjuk rasa di kantor Bupati Konawe Selatan, Senin (25/4/2016), tiba-tiba saja kerasukan. Kedua warga itu adalah Tarjiono dan Sutiyo.

Diduga kedua warga tersebut kerasukan saking tak bisa menahan dan mengendalikan emosi saat melakukan aksi unjuk rasa tadi pagi.( Baca juga : Bosan Dengan Janji, Puluhan Masyarakat UPT Tolihe Kembali Datangi Kantor Bupati Konsel )

Salah seorang warga, Asmir (52) yang sempat menahan Tarjiono mengatakan, itu terjadi karena emosi tinggi yang tidak bisa dikendalikan. Apalagi ini merupakan kali ketiga mereka melakukan aksi.

Apalagi kedua orang tersebut juga merupakan pemain kuda lumping yang sering tampil dalam acara-acara kegiatan. “Kalau Tarjiono itu sering main kuda lumping,” ujar Asmir.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga UPT Tolihe, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan ( Konsel) kembali mendatangi kantor Bupati setempat untuk meminta kejelasan akan lahan usaha satu dan dua yang telah dijanjikan oleh pemerintah daerah (Pemda) setempat.

Namun, janji hanya tinggal janji. Puncaknya puluhan masyarakat pun memaksa masuk kantor itu menemui pejabat yang dapat memberikan penjelasan terkait tuntutan mereka.

Koordinator aksi, Tujono mengatakan, seharusnya Pemda peka dengan persoalan transmigrasi karena ini berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Apalagi hingga kini hanya lahan pekarangan yang jumlahnya 0,25 hektar itu yang diolah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-har.(B)

 

Penulis : Irfan Mualim
Editor  : Rustam

DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com