ZONASULTRA.COM, UNAAHA -Sebanyak100 orang dilibatkan dalam proses pelipatan dan penyortiran surat suara untuk kebutuhan pemilu yang akan digelar 17 April 2019 mendatang. Proses logistik pemilu itu berlangsung di Gedung Wekoila, Senin (11/3/2019).

Ketua KPU Konawe Muhammad Azwar, menuturkan pelipatan kertas suara ini sudah dilaksanakan sejak tanggal 6 Maret kemarin, dan dalam kegiatan ini diawali dengan pelipatan dan penyortiran surat suara untuk Presiden dan wakil Presiden.

“Kita mulai pelipatan itu sejak tanggal 6. Kalau batas waktu itu kita menyesuaikan dengan surat suara yang datang, karena masih ada surat suara yang belum tiba, yaitu surat suara DPD,” terangnya.

“Untuk pelipatan dan penyortiran surat suara kita lakukan per item. Jadi kita fokus di satu dulu, misalnya kita selesaikan dulu untuk surat suara presiden dan wakil presiden setelah itu kita lanjutkan di item yang lain seperti DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten,” jelasnya saat ditemui di Gedung Wekoila, Senin (11/3/2019)

Lanjutnya, 100 orang petugas penyortiran dan pelipatan surat suara itu diambil dari kalangan masyarakat umum, dan untuk persyaratannya mereka diharuskan untuk melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektroniknya saat mendaftar. Pada tahap pertama surat suara yang tiba di KPU Konawe yaitu sejumlah 171.193 lembar.

“Jadi pertama kita sortir terlebih dahulu, setelah itu dilakukan pelipatan kertas suara setelah per item kertas surat suara ini di lipat, kemudian direkap surat suara yang rusak dan yang kurang. Kalau seandainya nanti ada yang kurang dan rusak kita akan cepat laporkan ke KPU RI,” Ujarnya.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya belum bisa mengetahui jumlah total surat suara yang rusak ataupun kurang, sebab pihaknya belum melakukan perekapan secara keseluruhan dikarenakan masih dalam proses pelipatan kertas surat suara.

“Kalau untuk jadwal pelipatan untuk surat suara presiden dan wakil presiden itu dua hari, kalau DPRD provinsi jadwalnya tiga hari begitupu dengan DPR RI. Nanti setelah tiga item ini rampung baru. Itu kita akan lakukan tanggal 14 -16 Maret. Kita memang jadwalkan antara dua atau tiga hari setiap itemnya, tapi kita juga tetap liat kondisinya seperti apa karna kita tidak juga bisa buru-buru untuk melipat surat suara itu,” ungkapnya

Pihaknya juga belum bisa mengetahui soal kertas surat suara yang rusak, karena belum melakukan perekapan secara keseluruhan.

“Kita akan lakukan penghitungan ulang soal jumlah surat suara yang datang. Kemudian yang kita terima nanti kita hitung lagi yang rusak berapa dan yang kurang berapa, setelah itu kita akan plenokan untuk secara resmi menyampaikan. Kita akan plenokan nanti bersama dengan Bawaslu supaya diketahui oleh semua penyelenggara,” tuturnya.

Sementara untuk pendistribusiannya pihaknya sementara menyusun jadwal. “Kalau untuk distribusinya, kami masih menyusun jadwalnya. Kita akan lihat Kecamatan apa yang harus kita dahulukan. Saat ini kami sudah mulai rancang tetapi yang kita inginkan kotak atau logistik bisa langsung ke TPS untuk di salurkan ke PPS sebelum hari kamis,” tutupnya.

Pantauan zonasultra.com, sebanyak 5 orang personil anggota Kepolisian dari Polisi Resor (Polres) Konawe yang bersenjata lengkap menjaga ketat pelipatan kertas surat suara. Mereka tetap siaga di kantor Gedung Wekoila Konawe selama 24 jam untuk melaksanakan tugas pengawalan. Bahkan di bagian depan Gedung tersebut Personel polres Konawe mendirikan tenda.

Untuk diketahui Daftar Pemilih Tetapa (DPT) untuk Kabupaten Konawe berjumlah 167.836 orang. (b)

 


Kontributor : Iksan
Editor : Kiki

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *