iklan zonasultra

iklan zonasultra

20 Kos-Kosan Lorong Pelangi Dikepung Banjir, Ada Warga Tak Mau Dievakuasi

20 Kos-Kosan Lorong Pelangi Dikepung Banjir, Ada Warga Tak Mau Dievakuasi
UPAYA EVAKUASI - Personil gabungan Sabhara dan Brimob Polda Sulawesi Tenggara melakukan evakuasi warga di Lorong Pelangi, Kelurahan Lalolara Kendari, Selasa (26/6/2018) siang. Warga merupakan penghuni kos-kosan. (Foto Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Total ada sekitar 20 kos-kosan di Lorong Pelangi, Kelurahan Lalolara Kendari dikepung banjir. Hingga Selasa (26/6/2018) siang, upaya evakuasi masih terus dilakukan.

Sebagian para penghuni rumah kos ada yang mau dievakuasi dan adapula yang tidak. Yang mau dievakuasi pun diselamatkan oleh personil gabungan Sabhara dan Brimob Polda Sultra.

Para polisi itu melakukan evakuasi dengan mengandalkan tali penolong. Yang dievakuasi beberapa anak-anak dan perempuan dari salah satu rumah kos lantai 2.

(Baca Juga : Korban Banjir Wanggu Luka Ringan dan Mulai Menderita Gatal-Gatal)

Hingga pukul 13.30 Wita, sudah ada 20 orang yang berhasil dievakuasi. Upaya evakuasi cukup sulit dilakukan karena derasnya aliran banjir dari Sungai Wanggu yang meluap. Namun masih terdapat beberapa warga yang tidak mau dievakuasi.

Pemilik Asrama “Aldi Mulia”, Aldi mengatakan dari 20 rumah kos, ada 3 rumah kos yang penghuninya tak mau dievakuasi. Rumah kos itu yakni Asrama Putri Tunggal, Reski, dan Deusta merupakan bangunan berlantai 2.

(Baca Juga : Tinggal di Pengungsian, Berikut Kebutuhan Korban Banjir di Kota Kendari)

“Mereka tidak mau dievakuasi karena mengira air akan segera surut. Itu tadi di Asrama Putri Tunggal masih ada anak kecil yang perlu dievakuasi,” ujar Aldi, yang rumah kosnya tidak kemasukan air.

Aldi menyebut ada 8 kendaraan motor yang terendam banjir dan ada 1 mobil pick up. Kendaraan-kendaraan itu masih berada dalam air.

Lokasi tersebut merupakan langganan banjir karena tepat bersampingan dengan aliran Sungai Wanggu. Kata Aldi yang paling parah banjir terjadi pada 2013 lalu. (B)

 


Reporter : Muhamad Taslim Dalma
Editor : Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib