iklan zonasultra

iklan zonasultra

200 Rumah di Kendari Direndam Banjir, Dinsos Siapkan Bantuan

Kepala Dinas Sosial Kota Kendari Muhammad Hamsir Madjid
Muhammad Hamsir Madjid

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Setelah diguyur hujan terus menerus, Kota Kendari kembali dilanda banjir. Data dari Dinas Sosial Kota Kendari, setidaknya kurang lebih 200 rumah terendam air.

Kepala Dinas Sosial Kota Kendari Muhammad Hamsir Madjid mengatakan, daerah terparah yang terendam banjir untuk Kota Kendari berada di bagian sungai Wanggu. Sebanyak 54 rumah milik Kepala Keluarga (KK) di sana terendam banjir.

(Baca Juga : Ini Tiga Titik Banjir di Kota Kendari)

“Untuk sementara ini, laporan yang masuk untuk daerah yang parah ini, (bagian Wanggu) ada 54 KK, secara keseluruhan ada kurang lebih 200 KK. Sementara kita menunggu laporan dari luar kota,” kata Hamsir Madjid di Sungai Wanggu, Senin (25/6/2018).

Saat ini pihaknya telah menyiapkan untuk penyaliran bahan makanan dan juga obat-obatan bagi masyarakat ke wilayah yang terendam banjir.

Ini Tiga Titik Banjir di Kota Kendari
BANJIR – Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak beberapa hari belakangan menyebabkan banjir di tiga titik di daerah itu, Senin (25/6/2018). (Randi Ardiansyah/ZONASULTRA.COM)

“Rencana kita akan bertahan disini sampai sebulan kedepan. Sampai kita pastikan cuaca sudah membaik,” ucapnya.

Kata Hamsir, sebenarnya sejak dulu pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari telah merencanakan relokasi untuk warga yang bermukim di sekitar Sungai Wanggu. Mengingat daerah itu tiap tahunnya menjadi langganan banjir. Tetapi dengan alasan rumahnya sudah permanen, sebagian besar warga memilih bertahan di tempat itu.

(Baca Juga : Hujan Turun 24 Jam, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Banjir)

Sementara itu, PJ Gubernur Sulawesi Tenggara Teguh Setyabudi mengatakan hal yang senada dengan Hamsir. Kata dia, beberapa kali pihaknya menawarkan untuk melakukan relokasi namun warga menolak.

“Itu yang agak sulit karena belum tentu kita mau, dan warga juga mau. Karena meninggalkan harta miliknya itu yang cukup berat,” kata Teguh Setyabudi.

“Beberapa logistik juga kita salurkan ke tenda pengungsian. Tenda pengungsian ini tidak jauh dari pemukiman warga karena dia tidak mau jauh dari rumahnya,” terang Teguh. (A)

 


Reporter : Lukman Budianto
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib