iklan zonasultra

2019, Pembangunan Bendungan Pelosika Mulai Dilaksanakan

Kepala Pusat Bendungan, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ni Made Sumiarsih
Ni Made Sumiarsih

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Kepala Pusat Bendungan, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ni Made Sumiarsih menegaskan, jika pembangunan mega proyek strategi nasional (PSN) Bendungan Pelosika tetap akan dikerjakan.

Hal itu diungkapkan Ni Made, usai menggelar pertemuan dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sekda Sultra, Plt Bupati Konawe serta BPN di ruangan rapat gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (7/6/2018).

(Baca Juga : Kunker Spesifik di Kendari, Komisi V DPR RI Akan Tinjau Bendungan Pelosika)

Dalam pertemuan itu membahas kendala dan masalah rencana pembangunan Bendungan Pelosika.

Menurutnya, pembangunan Bendungan Pelosika akan dilaksanakan pada 2019 mendatang, dengan melaksanakan pembangunan awal secara fisik.

“Jadi pertemuan tadi itu anggota DPR RI itu ingin mengklarifikasi permasalahan dengan Pelosika, apakah jadi dilaksanakan atau tidak. Nah bagi kami dari Kementerian PUPR tetap dilaksanakan, tidak dihentikan, tidak ditunda tetap jalan,” jelasnya.

Lanjutnya, DPR RI melakukan klarifikasi terkait dengan Bendungan Pelosika yang dinilai DPR RI telah ditunda oleh Presiden Joko Widodo.

(Baca Juga : Ridwan Bae Tak Ingin Bendungan Pelosika Terkorbankan)

“Karena mereka menyangka itu ditunda padahal tidak, tahun ini masih desain. Tidak ada revisi hanya diriview ada kekurangan misalnya, rancanangan anggaran RP 4.5 triliun, biasanya 5 tahun target penyelesaiannya,” tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mencoret pembangun proyek strategi nasional (PSN) Bendungan Pelosika dari daftar proyek yang akan dikerjakan pada tahun 2019 mendatang.

Dilansir dari instagram Metrotvnews pertimbangan penghapusan sejumlah PSN termasuk Bendungan Pelosika disampaikan Jokowi secara umum saat rapat bersama jajaran menteri kabinet kerja Jokowi-JK, Senin (16/4/2018) di Jakarta.

Diantaranya adalah alasan kendala dan kesulitan di lapangan, dan belum adanya pihak investor yang tertarik untuk berinvestasi. (B)

 


Reporter : Randi Ardiansyah
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib