iklan zonasultra

28 Nakes Positif Covid-19, Layanan RSUD Buton Terganggu

Ilustrasi corona
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM,PASARWAJO – Layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) terganggu. Hal ini disebabkan tempat itu telah menjadi lokasi isolasi terpadu 28 tenaga kesehatan (nakes) di Buton yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kini RSUD Kabupaten Buton tidak lagi melayani rawat inap.

Direktur Umum RSUD Kabupaten Buton, dr. Ramli Code mengatakan fasilitas yang dioperasikan kini tinggal unit gawat darurat, poli klinik, ruang rontgen, dan apotek. Selain dari itu, pelayanan ditutup tanpa batas waktu yang ditentukan.

“Jadi kita buka dengan pelayanan terbatas. RSUD Kabupaten Buton tidak tutup, hanya pelayanan terganggu, dan pasien tidak dirawat inap,” terang Ramli lewat telepon, Rabu malam (24/6/2020).

Lanjut Ramli, jika ada pasien yang kemudian sakit parah dan butuh perawatan intens, maka sementara waktu bakal dirujuk ke Rumah Sakit di Baubau, RS Siolam dan RSUD Palagimata. Kebijakan ini diambil guna mencegah penularan Covid-19.

Ramli sendiri merupakan salah satu nakes di Kabupaten Buton yang menjalani isolasi di RSUD karena tertular Covid-19. Dari 28 Nakes yang tertular Covid-19 itu, dua diantaranya merupakan dokter, Ramli salah satunya.

Boleh dibilang RSUD Kabupaten Buton kini sudah penuh karena menampung orang yang menjalani isolasi. Pasalnya, puluhan nakes yang kontak langsung dengan 28 orang penderita Covid-19 itu juga menjalani isolasi di RSUD Kabupaten Buton. Puluhan nakes tersebut telah berontak fisik dengan 28 orang yang tertular Covid-19.

“Nakes dan petugas lainnya yang pernah berkontak fisik dengan nakes yang positif Covid-19 juga diisolasi di RSUD ini,” ujar Ramli.

Untuk diketahui, Kabupaten Buton masuk zona merah peta penyebaran Covid-19 dengan total warga terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 35 orang. Satu di antaranya telah dinyatakan meninggal dunia, sedangkan yang lainya sedang menjalani isolasi di RSUD Kabupaten Buton. (A)

 


Kontributor : Risno Mawandili
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib